Jumat, 14 September 2012

Tentang Festival


Festival dikaitkan dengan kemeriahan, perayaan atau pesta. Kat a Festival dalam bahasa latinna festa yang diadopsi dalam bahasa Indonesia sebagai kata pesta.
“Pesta Besar” sering didentifikasikan sebagai festival. Festival ini diadakan sebagai perayaan yang diadakan untuk memperingati sesuatu.
Pelaksanaan festival disertai dengan kemewahan, rasa gembira dan keriangan. Festival diadakan sebagai pesta yang menjadi perayaan yang termotivasi oleh potensi insani yang dimiliki oleh manusia, missal: hari ulang tahun, kesuksesan, keagamaan, peristiwa penting dalam sejarah, dan sebagainya.
Dalam sudut pandang manajemen, festival merupakan serangkaian tindakan yang terorganisir dalam usaha melaksanakan suatu perayaan di suatu tempat. Rangkaian kegiatan pelaksanaan festival, dari sudut manajemen, meliputi: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi dan feed back.

Sabtu, 08 September 2012

PROGRAM PENYELENGGARAAN SANGGAR SEJARAH DAN BUDAYA SALAM Taman Baca Budaya (TBB) SALAM Jember



I.                 Dasar :
·        Akta Pendirian Taman Baca Budaya (TBB) SALAM, No. 31, Notaris Bambang Hermanto S.H. Jember tertanggal 21 Januari 2012;
·        Terdaftar Di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jember pada hari Senin Tanggal 20 Februari 2012 di bawah nomor = 07 / P / 2012.

II.              Misi Taman Baca Budaya (TBB) SALAM :
“Menggali Dan Mengembangkan Potensi Sejarah Dan Budaya Masyarakat Dalam Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Bersama”

III.          Tujuan Taman Baca Budaya (TBB) SALAM :
1.     Melakukan identifikasi, dokumentasi dan publikasi promosi tentang berbagai potensi sejarah dan budaya dalam masyarakat di tingkat lokal, regional maupun internasional;
2.     Melakukan kemitraan strategis dalam upaya penggalian dan pengembangan potensi sejarah dan budaya yang berkembang dalam masyarakat baik di tingkat lokal, regional, nasional maupun internasional.

IV.         Bidang Kegiatan :
1.     Penelitian dan Kajian
2.     Perpustakaan (Taman Bacaan Masyarakat)
3.     Penerbitan
4.     Konsultasi
5.     Manajemen Organisasi

V.             Program :
A.  Umum
“SANGGAR SEJARAH DAN BUDAYA”
Kegiatan yang disentralkan di sekretariat Taman Baca Budaya (TBB) SALAM JEMBER.
Buka Tiga Hari : Sabtu, Minggu dan Senin
Waktu                : 09.00 – 15.00 WIB
Kegiatan yang dilakukan Sanggar Sejarah Dan Budaya meliputi:

1.     Penulisan
2.     Pelatihan
3.     Penelitian
4.     Data Base Nusantara
5.     Forum Diskusi (Majlis Ta’lim Ats Tsaqafah)
6.     Museum Mini
7.     Perpustakaan (Taman Bacaan Masyarakat)
8.     Blog : www.kencongnews.blogspot.com
9.     Konsultasi (Pendidikan Terpadu)
10.                       Studio Inovatif – Kreatif



B.   Khusus
“STORY FILE”
Berupaya mengangkat dan menggali kisah-kisah yang terlupakan atau terabaikan untuk diangkat kembali dengan tujuan :
·        Mengambil pelajaran dan hikmah dari kisah-kisah masa lalu;
·        Mengungkap pengalaman dan pengetahuan yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Story File dibagi dalam dua bagian utama dalam pengerjaannya, yaitu
1.    Rutin
·     Informasi Pasar
·     Profile (personaal, lembaga pemerintah, lembaga non pemerintah, lembaga keuangan dan usaha, lembaga internasional)
·     Informasi Dasar Sejarah Dan Budaya
2.    Tematik
·     Peristiwa-peristiwa Bersejarah
·     Tokoh-tokoh Bersejarah

C.   Koperasi Serba Usaha Cakrawala Nusantara
Upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial anggota, maka diadakan Koperasi Serba Usaha Cakrawala Nusantara. Awal dari pembentukan koperasi ini didahului dengan diadakannya CAKRAWALA NUSANTARA CLUB sebagai embrio dari Koperasi Serba Usaha Cakrawala Nusantara.

VI.         Anggaran
Anggaran yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan di atas sejumlah Rp. 55.000.000,- (Lima Puluh Lima Juta Rupiah) yang diperuntukkan untuk :
1.     Sarana Dokumentasi,  Administrasi dan Data Base.
2.     Operasional dan Administrasi kegiatan Sanggar Sejarah dan Budaya
3.     Kegiatan dalam Sanggar Sejarah dan Budaya
(Uraian Terperinci Terlampir)
Sumber Dana untuk kegiatan Sanggar Sejarah dan Budaya dapat diperoleh melalui:
a.     Donatur / Hibah
b.     Sisa Hasil Usaha
c.      Bantuan Yang Tidak Mengikat

VII.      Penutup
Demikian uraian dari Program Penyelenggaraan Sanggar Sejarah Dan Budaya yang dilaksanakan oleh Taman Baca Budaya (TBB) SALAM. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Jumat, 07 September 2012

PELATIHAN MENULIS SANGGAR SEJARAH DAN BUDAYA SALAM Taman Baca Budaya (TBB) SALAM JEMBER “Bersama-sama Menggali Dan Mengembangkan Potensi Sejarah Dan Budaya Masyarakat”


Pelatihan Menulis
Pelatihan Menulis ini diselenggarakan dan menjadi program rutin SANGGAR SEJARAH DAN BUDAYA SALAM yang dikelola oleh Taman Baca Budaya SALAM JEMBER. Pelatihan Menulis akan dilaksanakan secara berkala dan berjenjang dengan pengutamaan praktek menulis.
Upaya utama dari pelaksanaan Pelatihan Menulis ini mengemban misi “Menggali dan Mengembangkan Potensi Sejarah Dan Budaya Masyarakat Dalam Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Bersama”. Tulisan merupakan media yang efektif dalam mewujudkan kesejahteraan bersama karena sifatnya yang tahan lama.

Pelaksana Pelatihan
Pelatihan Menulis ini merupakan bagian dari Program Rutin SANGGAR SEJARAH DAN BUDAYA SALAM yang dikelola oleh Taman Baca Budaya (TBB) SALAM Jember berdasarkan:
1.      Akte Pendirian Taman Baca Budaya (TBB) SALAM, No. 31, Notaris Bambang Hermanto, S.H. Jember Tertanggal 21 Januari 2012
2.      Terdaftar Di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jember pada Hari Senin Tanggal 2012 di bawah nomor = 07 / P / 2012
3.      Program Penyelenggaraan Sanggar Sejarah Dan Budaya SALAM Taman Baca Budaya (TBB) SALAM JEMBER 2012

Tema Pelatihan Menulis
“Bersama-sama Menggali dan Mengembangkan Potensi Sejarah dan Budaya Masyarakat”

Tujuan Pelatihan Menulis
1.      Memberikan pengetahuan dan pengalaman dalam kiat menulis;
2.      Memacu dan meningkatkan pengalaman dan pengetahuan menulis sehingga menjadi hobi menulis (bahkan berprofesi sebagai penulis);
3.      Menumbuhkan dan meningkatkan budaya menulis dalam rangka mendorong peningkatan dalam pembelajaran hidup dan kehidupan.

Materi Pelatihan Menulis
Pelatihan Menulis ini merupakan jenjang dasar dalam proses menulis dengan materi sebagai berikut :
1.      Motivasi Menulis (Mengapa Kita Menulis?)
2.      Jenis dan Bentuk Tulisan (Apa Tulisan itu?)
3.      Sumber Ide Menulis (Dari Mana dan Di Mana Kita Harus Menulis)
4.      Riwayat Singkat Para Penulis Terkenal (Siapakah Para Penulis?)
5.      Struktur Tulisan (Bagaimana Menulis? -1-)
6.      Merancang dan Melaksanakan Proses Menulis (Bagaimana Menulis? -2-)
7.      Mempublikasikan Hasil Tulisan (Bagaimana Tulisan Dinikmati Oleh Orang Banyak?)

Metode Pelatihan Menulis
Metode Pelatihan Menulis meliputi: presentasi, diskusi, serta praktek menulis dengan media www.kencongnews.blogspot.com .

Sasaran Peserta Pelatihan Menulis
1.      Pelajar
2.      Mahasiswa
3.      Masyarakat Umum

Biaya Dan Fasilitas Pelatihan Menulis
·         Biaya Pelatihan Menulis = Rp. 30.000,-
·         Fasilitas
1.      Materi Pelatihan Menulis
2.      Sertifikat Pelatihan Menulis
3.      Praktek Menulis Melalui Media www.kencongnews.blogspot.com

Pemateri
Y. Setiyo Hadi (Mas Yopi) Ketua Taman Baca Budaya (TBB) SALAM Jember.

Waktu Dan Tempat Pelatihan Menulis
Pelatihan Menulis dilaksanakan dalam empat (4) kali pertemuan yang dilaksanakan selama dua hari, yaitu:
·         Hari Sabtu
Pertemuan I                : 09.00 WIB sampai 11.00 WIB
Pertemuan II               : 13.00 WIB sampai 15.00 WIB
·         Hari Minggu
Pertemuan III              : 09.00 WIB sampai 11.00 WIB
Pertemuan IV              : 13.00 WIB sampai 15.00 WIB
Pelaksanaan Pelatihan Menulis dilaksanakan mulai Sabtu, 15 September 2012 dengan jangka waktu yang tidak ditentukan. Pendaftaran peserta langsung di sekretariat Taman Baca Budaya (TBB) SALAM atau sms terlebih dahulu di nomor HP 081235450072.
Pelatihan Menulis ini dilaksanakan di sekretariat Taman Baca Budaya SALAM Jember yang berfungsi sebagai Sanggar Sejarah Dan Budaya : Rt.005 Rw.006 Dusun Krajan Desa Kencong Kecamatan Kencong JEMBER 68167

Penutup
Demikian uraian tentang Pelatihan Menulis ini dibuat. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Jember, 7 September 2012
Hormat Kami
Pengurus Taman Baca Budaya (TBB) SALAM Jember

Sabtu, 01 September 2012

APAKAH SBY MENGALAMI POST POWER SYNDROM?: Presiden SBY dianggap Melakukan Kekerasan Psikis Verbal


TENTANG POST POWER SYNDROM:
Secara umum, orang yang mengalami post power syndrome sebenarnya diliputi rasa kecewa, bingung, kesepian, ragu-ragu, khawatir, takut, putus asa, ketergantungan, kekosongan, dan kerinduan. Selain itu, harga dirinya juga menurun, merasa tidak lagi dihormati dan terpisah dari kelompok. Semua ini biasanya tidak begitu disadari oleh yang bersangkutan.

Gejala ini umumnya terjadi pada orang yang tadinya mempunyai kekuasaan atau jabatan dan ketika jabatan itu sudah tak lagi dipegang, muncullah berbagai gejala psikologis atau emosional yang sifatnya kurang positif.

Beberapa gejala biasanya dapat dibagi ke dalam 3 ranah:
1. Gejala fisik, misalnya tampak kuyu, terlihat lebih tua, tubuh lebih lemah, sakit-sakitan.
2. Gejala emosi, misalnya mudah tersinggung, pemurung, senang menarik diri dari pergaulan, atau sebaliknya cepat marah untuk hal-hal kecil, tak suka disaingi dan tak suka dibantah.
3. Gejala perilaku, misalnya menjadi pendiam, pemalu, atau justru senang berbicara mengenai kehebatan dirinya di masa lalu, senang menyerang pendapat orang, mencela, mengkritik, tak mau kalah, dan menunjukkan kemarahan baik di rumah maupun di tempat umum  

Penyebab
Post power syndrome banyak dialami oleh mereka yang baru saja menjalani masa pensiun. Pensiun merupakan masa seseorang secara formal berhenti dari tugasnya selama ini, bisa merupakan pilihan atau keharusan.

Para pensiunan terbagi menjadi dua kelompok. Ada yang bahagia karena dapat menyelesaikan tugas dan pengabdiannya dengan lancar. Sebaliknya, ada juga yang mengalami ketidakpuasan atau kekecewaan akan kehidupannya.

Sindrom ini bisa dialami oleh pria maupun wanita, tergantung dari berbagai faktor, seperti ciri kepribadian, penghayatan terhadap makna dan tujuan kerja, pengalaman selama bekerja, pengaruh lingkungan keluarga dan budaya. Berbagai faktor tersebut menentukan keberhasilan individu dalam menyesuaikan diri menghadapi masa pensiun. Post power syndrome merupakan tanda kurang berhasilnya seseorang menyesuaikan diri.

Tujuan bekerja tak hanya untuk memenuhi kebutuhan primer manusia, tapi secara psikologis, bekerja dapat memenuhi pencapaian identitas diri, status, ataupun fungsi sosial lainnya. Beberapa orang sangat menghargai prestise dan kekuasaan dalam kehidupannya, hal ini bisa diperoleh selama ia memegang jabatan atau mempunyai kekuasaan. Apalagi bila lingkungan kerjanya juga mengondisikan dirinya untuk terus memperoleh prestise tersebut, misalnya anak buah yang tak berani memberikan masukan untuk perbaikan atau adanya fasilitas berlebihan yang diberikan perusahaan baginya selama menjabat.

Masa pensiun bisa memengaruhi konsep diri karena pensiun menyebabkan seseorang kehilangan peran, status, dan identitasnya dalam masyarakat menjadi berubah sehingga dapat menurunkan harga diri. Bila anggota keluarga memandang pensiunan sebagai orang yang sudah tidak berharga lagi dan memperlakukan mereka secara buruk, bukan tak mungkin juga akan memicu munculnya sindrom ini.

Beberapa ciri kepribadian yang rentan terhadap post power syndrome di antaranya adalah mereka yang senang dihargai dan dihormati orang lain, suka mengatur, ”gila jabatan”, menuntut agar permintaannya selalu dituruti, dan suka dilayani orang lain.
Secara ringkas disebut sebagai orang dengan need of power yang tinggi. Selain itu, ada pula mereka yang sebenarnya kurang kuat kepercayaan dirinya sehingga sebenarnya selalu membutuhkan pengakuan dari orang lain, melalui jabatannya dia merasa ”aman”.

Sumber: http://kesehatan.kompas.com/read/2010/06/06/18500189/Post.Power.Syndrome



 WASPADA ONLINE


(merdeka.com)
JAKARTA - Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menilai teguran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terhadap anak-anak yang tertidur saat mendengarkan pidato Hari Anak Nasional, merupakan bentuk kekerasan verbal yang tidak patut dipertontonkan di ruang publik.

"Saya melihat ini kekerasan. Pelanggaran terhadap UU Perlindungan Anak yang masuk kategori kekerasan psikis verbal," kata dia kepada wartawan, hari ini.


Arist menjelaskan bahwa teguran yang dialamatkan kepada anak sangat bertolak belakang dengan pidato bertajuk Bersatu Mewujudkan Indonesia Ramah Anak yang digelar pada Rabu (29/8). Presiden sebagai panutan telah memberi contoh yang tidak ramah.

Lebih jauh, terang dia, kekerasan verbal demikian bisa berdampak pada perilaku negatif yang akan ditiru sang anak. Anak bukan tidak boleh ditegur, tapi harus dilihat dimana dan kapan boleh ditegur.

Pada acara tersebut, sambung dia, Presiden yang seharusnya mendengarkan semua aspirasi para generasi penerus bangsa. "Jadi akhirnya saya tahu bahwa presiden memang gak suka mendengar suara anak. Maunya dia didengar oleh anak dan itu ya kebalik."

Teguran Presiden SBY saat ia berpidato pada acara puncak peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Theater Imax Keong Mas, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Rabu lalu itu berifat edukatif.

"Itu adalah teguran yang sifatnya edukatif, mendidik. Jadi bukan itu dilihat sebagai teguran yang tidak mengandung unsur mendidik," kata Jubir Presiden, Julian Aldrin Pasha di Istana, Jakarta, hari ini.

Justru, menurut Julian, kritik yang disampaikan pengamat anak kepada SBY itulah yang berlebihan. "Kami kira itu yang sebetulnya berlebihan. Pandangan-Pandangan yang tidak mendidik seperti itu sebaiknya tidak diungkapkan atau disampaikan ke ruang publik," tandas Julian.

Karena, tegas Julian, teguran Presiden SBY itu tidak serta merta ditujukan langsung kepada anak-anak, tapi kepada semua, hadirin yang menyimak pidato tersebut. "Saya kira mungkin lebih baik kita menyebutnya bagi mereka yang merasa tertidur saat itu. Yang merasa bahwa itu adalah teguran yang ditujukan kepada dirinya," ungkapnya.

Ditambahkan Julian, teguran SBY itu juga bukan ditujukan kepada anak-anak. Terbukti, Presiden tidak mengatakan siapa yang tertidur itu. "Tapi bahwa ada satu-dua orang yang tertidur pada saat beliau menyampaikan pidato, ya  begitulah. Jadi ini sangat wise, sangat bijak," jelas Julian.

"Apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden dengan kata-kata yang sangat mendidik juga. Saudara simak sendiri bagaimana kata itu disampaikan, tidak mendiskreditkan seseorang apalagi anak-anak," sambungnya. Karena pada kenyataannya, tambah Julian, Presiden sangat perhatian terhadap anak-anak.


Sumber:http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=258828:sby-lakukan-kekerasan-psikis-verbal-pada-anak-sd&catid=77:fokusutama&Itemid=131

JAWADWIPA MERUPAKAN RUMAH PERADABAN TERPENTING DI DUNIA

Di tengah samudra yang mengepung Nusantara, Jawadwipa membentang bak hamparan permadani hijau yang menjadi rahim bagi lahirnya peradaban agu...