Sabtu, 19 April 2014

Museum Boemi Poeger





Janganlah Dulu Punya Prasangka Yang Tidak-Tidak
Berprasangka Mendirikan Museum Itu Wah ….
Ada Pula Yang Melihat “Ngimpi Kale Orang Ini Mau Bikin Museum”

Realitanya ….
Janin Museum Boemi Poeger Telah Tertanam Dalam Rahim Semesta
Sederhana Sekali Terjadinya
Persetubuhan Hingga Muncul Janin Museum Boemi Poeger

Realitanya …
Tiadanya Badan Untuk Menyimpan Memori Kolektif Di Boemi Poeger
Ide Dan Kebutuhan Akan Rekaman Memori Kolektif Tersebut
Persetubuhan Antara Tiadanya Badan Dengan Ide Dan Kebutuhan
Tertanamlah Janin Museum Boemi Poeger

Mengapa Boemi Poeger?
Boemi Poeger Adalah Jember
Warisan Budaya Dari Leluhur Dan Untuk Anak Cucu
Terkubur Dalam Interaksi Manusia Dan Alam Semesta
Digali Dan Dikembangkan
Untuk Mewujudkan Kesejahteraan Bersama Yang Hakiki

Y. Setiyo Hadi
Kencong, Sabtu 19 April 2014
(Kunjungan Mahasiwa Jurusan Pendidikan Sejarah FKIP UNEJ - Ella Rusviana, Andi Purnomo, Deni Adi Wijaya, dan Priyanti - Sabtu, 19 April 2014 di Museum Boemi Poeger)

Jumat, 11 April 2014

Berpolitik Tidak Harus Berpartai (Revitalisasi Makna Politik)



  Oleh


Y. Setiyo Hadi

Saat ini sering didengar ungkapan kalau berpolitik, maka masuklah dalam partai politik. Partai politik memang salah lembaga politik untuk mencapai tujuan politik atau kuasa. Tak jarang pula kita dengar atau saksikan kenyataan bahwa politisi parpol berjalan sesuai pesanan para “juragan” yang punya kuasa lain untuk menjalan kelembagaan parpolnya, biasa sang “juragan” ini mempunyai kuasa ekonomi yang lebih dibandingkan parpol.

Berpolitik harus masuk parpol merupakan penyempitan makna dari politik itu sendiri. Maka untuk lebih memahami politik lebih jauh, pelajaran dasar dari politik adalah mengetahui definisi atau makna kata dari politik itu sendiri. Ini sangatlah mendasar.

Pengambilan kata politik dalam bahasa Indonesia terserap dari dua bahasa, yaitu bahasa Belanda dan bahasa Inggris. Politik dari bahasa Belanda berasal dari kata politiek, sedangkan dari bahasa Inggris  berasal dari kata politics. Kedua kata dari dua bahasa ini berakat dari bahasa Yunani τα πολιτικά (politika - yang berhubungan dengan negara) dengan akar katanya πολίτης (polites - warga negara) dan πόλις (polis atau negara kota).

Negara merupakan satu kesatuan wilayah, rakyat dan aturan yang disepakati bersama. Sehingga politik mempunyai pendekatan luas terhadap kehidupan bangsa dalam suatu wilayah dengan tata aturan yang disepakati bersama.

Manusia, dalam pandangan Aristoteles (384 – 322 SM), merupakan manusia politik alias zoon politikon. Manusia tidak bisa hidup sendiri alias senantiasa dalam lingkungan social yang berinteraksi dengan orang lain. Dalam kehidupan social ini terjadi kecenderungan alami terdapat posisi yang kuasa dan yang dikuasai, serta dalam upaya menyampai kesejahteraan terjadi proses saling mempengaruhi antara satu orang dengan orang lain.

Kehidupan suami dan istri bisa menjelaskan makna manusia sebagai manusia politik (zoon politikon). Dalam hubungan suami dan istri terjadi kesepakatan dalam pernikahan untuk kedua insan untuk menjalankan proses kehidupan bersama. Di sini terjadi pembagian tugas dan antara suami dan istri yang terwujudkan dalam aturan-aturan kehidupan berkeluarga yang umumnya tidak tertulis.

Inti dari makna politik adalah upaya mencapai tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan social, khususnya dalam kehidupan Negara. Dengan demikian politik menyangkut proses-proses sebagai berikut:
-          Proses menentukan tujuan bersama dan pelaksanaannya secara bersama-sama pula, hal ini berkaitan dengan proses pengambilan keputusan (decision making).
-          Keputusan yang menyangkut kebijakan umum (public policies) kemudian dilanjutkan dengan proses pembagian (distribution) serta alokasi (allocation) berbagai sumber daya (resources) yang ada.
-          Adanya pembagian kekuasaan (power) dan kewenangan (authority) yang dilakukan  dalam pelaksanaan kerja serta penyelesaian konflik yang timbul dengan berbagai cara, diantaranya: persuasive serta paksaan kalau diperlukan.

Pemaknaan terhadap kata politik ini sangat penting sebagai langkah menuju Revitalisasi atau mengembalikan semangat dalam perpolitikan Indonesia. Kesepakatan yang dibangun dalam dunia perpolitikan Indonesia sesungguhnya harus mengacu pada momentum Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 dan kesepakatan bersama yang tertuang dalam Undang-undang Dasar (UUD) 1945.

Kedua hal ini, Proklamasi Kemerdekaan RI dan UUD 1945, merupakan tujuan diadakannya bangsa dan Negara Indonesia. Sangatlah beruntung, bangsa dan Negara Indonesia mempunyai dua pusaka utama ini. Keduanya merupakan komitmen bersama para pendiri bangsa ini dan juga komitmen bersama bagi para penerusnya. 

Revitalisasi Poltik Indonesia haruslah dikembalikan pada Proklamasi dan UUD 1945 sebagai suatu kesepakatan bersama mewujudkan masyarakat adil dan makmur untuk semua elemen bangsa Indonesia.
(Situbondo, 11 April 2014)

TAMAN BACA BUDAYA (TBB) SALAM



TENTANG TAMAN BACA BUDAYA (TBB) SALAM
Dirintis sejak tahun 2004 dengan nama Taman Bacaan Masyarakat (TBM) SALAM kemudia dirubah menjadi Taman Baca Budaya (TBB) SALAM pada tanggal 29 Desember 2011.
Perubahan ini kemudian diakta notariskan sebagai pendirian TBB SALAM. Berdasarkan perubahan ini kemudian menjadi adanya Akta Notaris Pendirian Taman Baca Budaya (TBB) SALAM tertanggal 21 Januari 2012 Nomor 31 Notaris & PPAT Bambang Hermanto SH.
Kegiatan-kegiatan Taman Baca Budaya (TBB) SALAM yang terdokumentasikan sebagai berikut:
1.    Bedah Sejarah Puger dan Pameran Benda-Benda Pusaka bersama dengan Kantor Kecamatan Puger pada Sabtu – Minggu, 24 dan 25 Desember 2011.
2.    Penerbitan Buku Buku Boemi Poeger Regentschap / Kabupaten Poeger “Jalan Baru” Sejarah Wilayah Kabupaten Jember Sebelum Tahun 1859.
3.    Bedah Buku dan Pameran Foto  Kencong Menjadi Kota” Di halaman Kantor Kecamatan Kencong – Kabupaten Jember pada Hari Senin 1 Juli 2012.
4.    Kopdar Grup Sejarah Jember dan Pembukaan Museum Boemi Poeger di Sekretariat Taman Baca Budaya (TBB) SALAM yang dilanjutkan kunjungan ke Candi Deres.
5.    Diskusi Berkala dan Silahturahmi

AKTA PENDIRIAN TAMAN BACA BUDAYA (TBB) SALAM
Nama                   : Taman Baca Budaya (TBB) SALAM
Kedudukan         : Di Kabupaten Jember
Tanggal               : 21 Januari 2012
Nomor                 : 31
Notaris                : Bambang Hermanto, S.H.

Akte Notaris ini telah didaftarkan di dalam buku, untuk itu di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jember di bawah nomor: 07 / P / 2012 Pengadilan Negeri Jember.

Sekretariat           : Rt. 005 Rw. 006 Dsn Krajan Desa Kencong
                               Kecamatan Kencong – Kabupaten Jember 68167

Susunan Organisasi     :
Penasehat            :
1.    Bambang Hermanto, S.H.
2.    Juanda, M.Par.
Pengurus             :
          Ketua         : Y. Setiyo Hadi
        
Sekretaris  : Neneng Juniati
        
Bendahara : Iwan Kusuma

MISI, TUJUAN DAN BIDANG KEGIATAN

Misi Taman Baca Budaya (TBB) SALAM
Menggali dan Mengembangkan Potensi Sejarah dan Budaya Masyarakat Dalam Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Bersama.

Tujuan Taman Baca Budaya (TBB) SALAM
1.    Melakukan identifikasi, dokumentasi dan publikasi / promosi tentang berbagai potensi sejarah dan budaya dalam masyarakat di tingkat  lokal, regional maupun nasional;
2.    Melakukan kemitraan strategis dalam upaya penggalian dan pengembangan potensi sejarah dan budaya yang berkembang dalam masyarakat baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional.

Bidang Kegiatan
1.    Penelitian Dan Kajian
2.    Perpustakaan
3.    Penerbitan
4.    Konsultasi
5.    Manajemen Organisasi

Sumber Pendanaan
Guna membiayai kehidupan, kegiatan pengembang dan program perkumpulan, Taman Baca Budaya (TBB) SALAM memperoleh dananya dari:
1.    Iuran Anggota;
2.    Hibah dari berbagai pihak swasta maupun pemerintah;
3.    Hasil Usaha yang tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku.

PROGRAM
TAMAN BACA BUDAYA (TBB) SALAM 2014

Ada lima program utama yang diselenggarakan pada Periode Tahun 2014 (Januari – Desember):
A.               MUSEUM BOEMI POEGER
Museum Boemi Poeger merupakan institusi museum yang didirikan dalam upaya melakukan penelitian dan kajian sejarah dan masyarakat dalam masyarakat.
Target:
1.    Pengadaan sekretariat yang sekaligus sebagai pusat kegiatan di antara untuk pameran kegiatan, perpustakaan / taman bacaan masyarakat, pelayanan untMuk umum serta untuk diskusi;
2.    Koleksi yang teregistrasi untuk siap disajikan untuk umum;
3.    Database Museum Boemi Poeger;
4.    Anggota Pengguna Layanan Museum Boemi Poeger;
5.    Buku Manual Manajemen Organisasi Taman Baca Budaya (TBB) SALAM.

B.               TAMAN BACAAN MASYARAKAT
Taman Bacaan Masyarakat menjalankan fungsi dokumentasi sebagai wujud dari kegiatan perpustakaan untuk masyarakat umum (publik).
Target:
1.    Koleksi Bahan Pustaka;
2.    Penyimpanan Bahan Pustaka;
3.    Anggota Pemakai Layanan Taman Bacaan Masyarakat

C.               PENERBITAN
Penerbitan Salam menjalan fungsi upaya melakukan publikasi dan promosi berbagai produk yang dihasilkan oleh Taman Baca Budaya (TBB) SALAM terutama berupa dokumen mauupun bahan pustka (buku), serta produk dan jasa lain.
1.    Menerbitkan buku setiap bulannya minimal dua judul buku;
2.    Menerbitkan majalah MAKARYA;
3.    Jaringan Distribusi Buku dan Bahan Pustaka;
4.    Mengikuti berbagai pameran;
5.    Aktifitas di media sosial internet

D.              DISKUSI & SILAHTURAHMI
Diskusi dan Silahturahmi sebagai upaya melakukan kajian dan pengembangan kemitraan.
Target:
1.    Diskusi Rutin
2.    Kunjungan silahtrahmi
3.    Daftar Mitra

E.               EVENT ORGANISER KEGIATAN BUDAYA
Pelaksanaan kegiatan budaya yang dilakukan sendiri maupun dikerjakan bersama dengan Mitra Salam.
Target
1.    Release Rutin minimal 2 kali seminggu.
2.    Peringatan Hari Kebangkitan Nasional dan Bazaar Buku pada 20 Mei dan tiga bulan Mei-Juni-Juli sebagai kegiatan tahunan.
3.    Peringatan 170 Tahun Franz Junghuhn melakukan penelitian di wilayah Puger, Jember dan Bondowoso pada tanggal 7, 8, 9, dan 10 Oktober 1844
4.    Daftar Jaringan Kemitraan
5.    Kerjasama kemitraan.

JAWADWIPA MERUPAKAN RUMAH PERADABAN TERPENTING DI DUNIA

Di tengah samudra yang mengepung Nusantara, Jawadwipa membentang bak hamparan permadani hijau yang menjadi rahim bagi lahirnya peradaban agu...