Selasa, 26 Februari 2013
Senin, 04 Februari 2013
DOKUMEN KEJAHATAN PERANG TENTARA BELANDA DI JEMBER TAHUN 1945 (26 Maret 1948 Penangkapan Pak Boerah dan 8 Februari 1949 Pembunuhan Letkol Seroedji)
![]() |
| Judul Copy dari Dokumen tentang Pembunuhan Pak Boerah dan Letkol Serodji |
Disajikan
oleh Y. Setiyo Hadi (Ketua Djember History Information Center / Taman Baca
Budaya (TBB) SALAM JEMBER.
Dalam
dokumen berbahasa Belanda ini dinyatakan tentang dua peristiwa yang terjadi di
Jember di Tahun 1949, yaitu:
1. Gugurnya
Pak Boerah Tokoh Pejuang Laskar di Jember
Dalam dokumen berbahasa Belanda tersebut disebutkan:
“Saptenno,
P.
Bekende
onderscheidingen: BK
Bronzen
Kruis
K.B. no. 32 van 30 november 1949
Sergeant-majoor-instructeur der infanterie van het Koninklijk Nederlands-Indonesisch Leger, stamboeknummer 87916
K.B. no. 32 van 30 november 1949
Sergeant-majoor-instructeur der infanterie van het Koninklijk Nederlands-Indonesisch Leger, stamboeknummer 87916
Heeft zich door moedig optreden
tegenover de vijand onderscheiden door op 26 Maart 1948 als
detachementscommandant van het vak Majang (Djember, Oost-Java), na ontvangst
van een belangrijk spionnagebericht nog des avonds uit te rukken en die nacht
door het nemen van zeer goede maatregelen er in te slagen de beruchte en door
de bevolking zeer gevreesde bendeleider Pa Boerah in de desa Karangkedawoeng te
omsingelen en, nadat deze bendeleider verzet had gepleegd, hem buiten gevecht
te stellen, terwijl de tweede commandant van de bende kon worden gevangen
genomen en een achttal handvuurwapenen werd buitgemaakt.
Door dit dappere en juiste optreden te bereiken dat in dit gebied de, ook door de bevolking verlangde, rust terugkeerde.”
Door dit dappere en juiste optreden te bereiken dat in dit gebied de, ook door de bevolking verlangde, rust terugkeerde.”
Terjemahan bebas
Saptenno, P.
Mayor penghargaan: BK
Bintang Perunggu
K. B. No 32 dari 30 November 1949
Sersan-instruktur dari infanteri dari KNIL, nomor resimen 87.916
Telah melakukan tindakan berani melawan musuh pada 26 Maret 1948 sebagai komandan detasemen Majang box (Jember, Jawa Timur), setelah menerima suatu spionnagebericht (penyelusup yang ditanamkan, pen.) penting, bahkan di menjelang malam hari dan pada malam hari melakukan operasi yang sangat baik sehingga berhasil mengepung Pak Boerah yang terkenal dan disegani sebagai pimpinan Geng di Karangkedawoeng desa untuk mengepung dan, para pemimpin geng oposisi melakukan perlawanan, sementara komandan kedua geng itu bisa ditangkap dan merampas delapan senjata kecil. Dengan ini tindakan berani dan benar untuk mencapai bahwa di daerah ini, juga dibutuhkan oleh penduduk, kedamaian kembali.
Mayor penghargaan: BK
Bintang Perunggu
K. B. No 32 dari 30 November 1949
Sersan-instruktur dari infanteri dari KNIL, nomor resimen 87.916
Telah melakukan tindakan berani melawan musuh pada 26 Maret 1948 sebagai komandan detasemen Majang box (Jember, Jawa Timur), setelah menerima suatu spionnagebericht (penyelusup yang ditanamkan, pen.) penting, bahkan di menjelang malam hari dan pada malam hari melakukan operasi yang sangat baik sehingga berhasil mengepung Pak Boerah yang terkenal dan disegani sebagai pimpinan Geng di Karangkedawoeng desa untuk mengepung dan, para pemimpin geng oposisi melakukan perlawanan, sementara komandan kedua geng itu bisa ditangkap dan merampas delapan senjata kecil. Dengan ini tindakan berani dan benar untuk mencapai bahwa di daerah ini, juga dibutuhkan oleh penduduk, kedamaian kembali.
2. Gugurnya
Letkol Seroedji bersama anak buahnya
Dalam dokumen berbahasa Belanda tersebut disebutkan:
Scheltens, F.G.
Geboren
in 1919.
Tltn.KNIL (27-10-1943), eltn. (30-09-1944), kapt. (13-09-1948), e.o. 28-05-1950, LTZ.ta.1 (01-11-1963).
Bekende onderscheidingen: BK,KV,OHK.1,OV.1
Tltn.KNIL (27-10-1943), eltn. (30-09-1944), kapt. (13-09-1948), e.o. 28-05-1950, LTZ.ta.1 (01-11-1963).
Bekende onderscheidingen: BK,KV,OHK.1,OV.1
Bronzen
Kruis
K.B. no. 32 van 30 november 1949
Eerste luitenant der Infanterie van het Koninklijk Nederlands-Indonesisch Leger
K.B. no. 32 van 30 november 1949
Eerste luitenant der Infanterie van het Koninklijk Nederlands-Indonesisch Leger
Heeft zich door moedig optreden
tegenover de vijand onderscheiden door in de maanden Maart 1948 en Februari
1949 tijdens patrouille-acties tegen terroristische benden in het Toempangse
(Oost-Java) op flinke wijze op te treden.
In het bijzonder door:
1e. op 3 Maart 1948 als detachementscommandant te Soetja, na bericht te hebben ontvangen omtrent de aanwezigheid van een ongeveer 30 man sterke vijandelijke bende, deze ’s nachts met een patrouille van anderhalve groep te overvallen, waarbij de bendeleider Pa Soenani en een tweetal andere bendeleden sneuvelden en een groot aantal wapens, munitie en documenten werden buitgemaakt;
2e. op 8 Februari 1949, als commandant van een patrouille sterk twee pelotons, bij het oprukken naar kampong Karangkedawoeng, alwaar guerillatroepen waren geinfiltreerd, na deze kampong te hebben omsingeld, overschrokken tot de aanval en daarna tot de achtervolging over te gaan, waarbij 28 terroristen sneuvelden, waaronder de commandant van de bende, de Luitenant-Kolonel der T.N.I. Moh. Seroedji, en verschillende stafofficieren, terwijl wapens, spingstoffen en documenten buit werden gemaakt;
3e. op 12 Februari 1949 persoonlijk één van zijn pelotons in een actie tegen de bergkampong Tenap te leiden, daarbij wederom een terroristenbende te veronzijdigen, waarbij aan ’s vijands zijde 7 man sneuvelden, drie gevangen konden worden genomen en enige wapens en munitie buit werden gemaakt.
In het bijzonder door:
1e. op 3 Maart 1948 als detachementscommandant te Soetja, na bericht te hebben ontvangen omtrent de aanwezigheid van een ongeveer 30 man sterke vijandelijke bende, deze ’s nachts met een patrouille van anderhalve groep te overvallen, waarbij de bendeleider Pa Soenani en een tweetal andere bendeleden sneuvelden en een groot aantal wapens, munitie en documenten werden buitgemaakt;
2e. op 8 Februari 1949, als commandant van een patrouille sterk twee pelotons, bij het oprukken naar kampong Karangkedawoeng, alwaar guerillatroepen waren geinfiltreerd, na deze kampong te hebben omsingeld, overschrokken tot de aanval en daarna tot de achtervolging over te gaan, waarbij 28 terroristen sneuvelden, waaronder de commandant van de bende, de Luitenant-Kolonel der T.N.I. Moh. Seroedji, en verschillende stafofficieren, terwijl wapens, spingstoffen en documenten buit werden gemaakt;
3e. op 12 Februari 1949 persoonlijk één van zijn pelotons in een actie tegen de bergkampong Tenap te leiden, daarbij wederom een terroristenbende te veronzijdigen, waarbij aan ’s vijands zijde 7 man sneuvelden, drie gevangen konden worden genomen en enige wapens en munitie buit werden gemaakt.
Terjemahan Bebasnya:
Scheltens, F.G.
Lahir pada tahun 1919.
Tltn.KNIL (27-10-1943), eltn. (30-09-1944), terpotong. (13-09-1948), e.e. 1950/05/28, LTZ.ta.1 (1963/01/11).
Mayor penghargaan: BK, KV, OHK.1, OV.1
perunggu Lintas
K. B. No 32 dari 30 November 1949
Letnan Pertama Infanteri dari KNIL
Memiliki melalui tindakan berani melawan musuh dibedakan oleh bulan Maret 1948 dan Februari 1949 selama operasi patroli terhadap geng teroris di Toempangse (Jawa Timur) pada cara yang bagus untuk bertindak.
Khususnya dengan:
1. pada tanggal 3 Maret 1948 sebagai komandan detasemen Soetja setelah mendapat informasi tentang keberadaan geng musuh-30 yang kuat, malam ini dengan patroli setengah perampokan kelompok, pemimpin geng Pa Soenani dan dua anggota geng lainnya tewas dan sejumlah besar senjata, amunisi dan dokumen disita;
2. pada tanggal 8 Februari 1949, sebagai komandan patroli yang kuat dua peleton, di muka untuk kampung Karangkedawoeng, di mana pasukan gerilya yang disusupi, setelah desa ini telah dikelilingi, pada melahap serangan dan kemudian untuk mengejar untuk melanjutkan, di mana 28 teroris tewas termasuk komandan geng, Letnan Kolonel TNI Moh. Seroedji, dan petugas beberapa staf, dan senjata, dan dokumen jarahan spingstoffen dibuat;
3. pada 12 Februari 1949 secara pribadi salah satu peleton dalam suatu tindakan terhadap Tenap desa pegunungan untuk memimpin, sementara yang lain geng teroris untuk menetralkan, dimana pihak musuh 7 orang tewas, tiga tahanan diambil dan beberapa senjata dan amunisi dibuat.
Lahir pada tahun 1919.
Tltn.KNIL (27-10-1943), eltn. (30-09-1944), terpotong. (13-09-1948), e.e. 1950/05/28, LTZ.ta.1 (1963/01/11).
Mayor penghargaan: BK, KV, OHK.1, OV.1
perunggu Lintas
K. B. No 32 dari 30 November 1949
Letnan Pertama Infanteri dari KNIL
Memiliki melalui tindakan berani melawan musuh dibedakan oleh bulan Maret 1948 dan Februari 1949 selama operasi patroli terhadap geng teroris di Toempangse (Jawa Timur) pada cara yang bagus untuk bertindak.
Khususnya dengan:
1. pada tanggal 3 Maret 1948 sebagai komandan detasemen Soetja setelah mendapat informasi tentang keberadaan geng musuh-30 yang kuat, malam ini dengan patroli setengah perampokan kelompok, pemimpin geng Pa Soenani dan dua anggota geng lainnya tewas dan sejumlah besar senjata, amunisi dan dokumen disita;
2. pada tanggal 8 Februari 1949, sebagai komandan patroli yang kuat dua peleton, di muka untuk kampung Karangkedawoeng, di mana pasukan gerilya yang disusupi, setelah desa ini telah dikelilingi, pada melahap serangan dan kemudian untuk mengejar untuk melanjutkan, di mana 28 teroris tewas termasuk komandan geng, Letnan Kolonel TNI Moh. Seroedji, dan petugas beberapa staf, dan senjata, dan dokumen jarahan spingstoffen dibuat;
3. pada 12 Februari 1949 secara pribadi salah satu peleton dalam suatu tindakan terhadap Tenap desa pegunungan untuk memimpin, sementara yang lain geng teroris untuk menetralkan, dimana pihak musuh 7 orang tewas, tiga tahanan diambil dan beberapa senjata dan amunisi dibuat.
Kamis, 24 Januari 2013
Menggugat Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Jember !!! (Tulisan Ketiga)
| |
| Jember Bagian dari Propinsi Jawa Timur |
Tim Djember History
Information Center
Ketua Tim : Y. Setiyo
Hadi
(sekaligus Ketua
Taman Baca Budaya SALAM Jember)
Staatsblad
van Nederlandsch Indie Nomor 322 Tahun 1928 tentang Bestuurshervorming.
Decentralisatie. Regentschapen. Oost Java. Aanwijzing van het regentschap
Djember als zelfstandige gemeenschap. (Pembentukan Pemerintahan,
Desentralisasi, Kabupaten-kabupaten, Jawa Timur. Petunjuk Kabupaten Jember
sebagai pemerintahan yang berdiri sendiri) dijadikan dasar dari Hari Jadinya
Pemerintahan Kabupaten Jember berdasar saat pemberlakuan staatsblad tersebut,
yaitu tanggal 1 Januari 1929.
Setelah
melalui kajian dari Djember History Information Center yang bernaung dalam
Taman Baca Budaya (TBB) SALAM Jember melihat staatblads tersebut bukanlah
semacam "akta kelahiran". Kalau akta kelahiran memperlihatkan kapan
dimana seseorang lahir atau suatu tempat diawali ada.
Keberadaan
staadsblad tersebut dalam konteksnya merupakan bagian dari sistem pemerintahan
kolonial Hindia Belanda. Sehingga kita melihatnya sebagai proses tata laksana
pemerintahan di masa tersebut. Ini merupakan peraturan petunjuk bagi Kabupaten
Jember sebagai pemerintahan yang berdiri sendiri (aanwijzing van het
regentschap Djember als zelfstandige gemeenschap).
Peraturan
tersebut (Stbld. No. 322 1928) merupakan upaya realisasi Decentralisatie Wet (Undang-undang desentralisasi) tahun 1903.
Sedangkan Decentralisatie Wet 1903 merupakan amandemen dari Regeringreglement
(RR) 1854.
Reglemen
Reglement yang disingkat RR, yang ditetapkan pada tanggal 2 September 1854,
merupakan Reglement op het beleid der regering van Nederlandsch-Indie.
Peraturan ini menyatakan bahwa pemerintahan Hindia tidak mengenal
desentralisasi. Hal ini karena Hindia Belanda menggunakan sistem sentralisasi.
RR
1854 memperkenalkan adanya dekonsentrasi. Wilayah Hindia Belanda dengan
dekonsentrasi dibentuk wilayah administrasi yang hirarkis sebagai berikut:
·Gewest (residentie)
·Afdeling
·Distrik
·Onderdistric
Perkembangan
selanjutnya, Pemerintah Belanda menetapkan Wet van Houdende
Decentralisatie van het Bestuur in Nederlandsch-Indie yang lazim
disebut sebagai Decentralisatie Wet yang diundangkan dalam
Staatsblad Nomor 329 pada tanggal 23 Juli 1903. Inti dari Decentralisatie Wet
ini merupakan amandemen dari RR 1854 yang memungkinkan adanya daerah otonom
(gewest) yang memiliki kewenangan mengurus keuangan sendiri.
Selanjutnya,
pada tahun 1925 muncul Wet Op De Staatsinrichting van Nederlands India
yang dikeluarkan Pemerintah Belanda dan
kemudian dikenal dengan nama Indische Staatsregeling (IS) yang
mulai melibatkan orang pribumi dalam pemerintahan. Aturan pelaksanaan dari
Indische Staatsregeling terbagi dalam dua ordonansi, yaitu Provincies Ordonansi
dan Regentschap Ordonansi.
Munculnya
Staatsblad Nomor 322 Tahun 1928 sebagai Petunjuk Kabupaten Jember sebagai
pemerintahan yang berdiri sendiri menjadikan Indische Staatsregeling
(IS) sebagai landasan berpijak.
Awal
dari Staatsblad tersebut menyatakan “… de bepaling van het eerste lid van artikel
121 der Indische Staatsregeling willende toepassen op het regentschap Djember”.
Artinya: patokan yang utama mengacu pada artikel / pasal 121 Indische
staatsregeling menginginkan menerapkan pada Kabupaten / regentschap
Djember.
Istilah
Afdeling tidaklah jauh berbeda dari segi kewilayahan dengan istilah
Regentsschap. Afdeeling dan Regentschap untuk menyebut nama wilayah setingkat
dengan Kabupaten
RR 1854
|
Staatsblad No. 322
Tahun 1938
|
Geweest
(Residensi)
|
Residentie
Besoeki
|
Afdeeling
|
Regentschap
Djember
|
District
|
District
(Kawedanan)
|
Onderdistrict
|
Onderdistrict
(Kecamatan)
|
Desa
|
Desa
|
Jadi
dari isi artikel Staatsblad Nomor 322 Tahun 1928 itu dapat dilihat bahwa
Regentschap Djember merupakan penyebutan lain yang sama artinya dengan
Afdeeling Djember, yang selanjutnya diterjemahkan sebagai Kabupaten Jember.
Jadi terlihat bahwa Pemerintah Kabupaten Jember telah ada sebelum
diundangkannya Staatsblad Nomor 322 Tahun 1928.
Lalu
kapan sebenarnya Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Jember? Tunggu tulisan
selanjutnya ..................... he. he. He
Selasa, 22 Januari 2013
Redefinisi Hari Ulang Tahun Kabupaten Jember: Hari Jadi Kabupaten Jember Lebih Tua Daripada Yang Sekarang Diperingati (Tulisan Kedua)
Tim Djember History
Information Center
Ketua Tim : Y. Setiyo
Hadi
(sekaligus Ketua
Taman Baca Budaya SALAM Jember)
Tabir Masa Lalu Kabupaten Jember
ternyata diawali dari kerancuan mendefinisikan sejak kapan Jember menjadi
Kabupaten. Dasar acuan tulisan Redefinisi Hari Ulang Tahun Kabupaten adalah
memberi masukan yang konstruktif dan inovatif atas diterbitkan buku Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah Dalam Perkembangan Kabupaten Jember Buku I (Satu)
Dokumen Sampai Dengan 1971 yang diterbitkan oleh Sekretaris Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember.
Kritik dan koreksi yang konstruktif
ini menjadi harapan dari Tim Penyusun Buku Sekretaris DPRD Kabuapaten Jember.
Drs Subadri Habib, M.Si., sebagai Ketua Tim Penyusun buku tersebut, dalam kata
pengantarnya mengungkapkan "... buku ini ditulis kurang menggunakan alur
yang sistematis dengan metodologi penulisan yang ilmiah, sehingga buku ini
belum sepenuhnya sempurna, karena itu menjadi kewajiban semua pihak untuk ikut
menyempurnakannya, dengan memberikan kritik koreksi yang konstruktif
........".
Permasalahan definisi kewilayahan
dalam perkembangan Kabupaten Jember merupakan masalah yang urgent, karena
definisi kewilayahan ini mempengaruhi pengetahuan sejak kapan keberadaan Jember
sebagai kabupaten dimulai. Dalam buku yang diterbitkan Sekretaris DPRD
Kabupaten Jember terdapat kerancuan dalam mendefinisikan kewilayahan dalam
perkembangan Kabupaten Jember.
Pertama, pada halaman 21
buku yang diterbitkan Sekretaris DPRD Kabupaten Jember tersebut disebutkan
Distrik diartikan sebagai kecamatan, Afdeeling sebagai Kawedanan, sedangkan
regenschap sebagai kabupaten. Kemudian pada hal pada halaman 49 disebutkan
" .... seorang patih yang berfungsi sebagai penghubung antara bupati
dengan wedana yang mengepalai distrik . Pada waktu itu Afdeeling Jember hanya 4
wedana... ". Pernyataan di halaman 49 tersebut diulang kembali pada
halaman 53.
Ini menjadi awal bukti kerancuan dalam
mendefinisikan tentang kewilayah administrasi pemerintahan di masa Hindia
Belanda. Di satu sisi, mengartikan distrik sebagai kecamatan (hal. 21),
sedangkan di tempat lain mengartikan distrik sebagai kawedanan (hal. 49 dan
53).
Selanjutnya, pada hal. 21 mengartikan
afdeeling dengan kawedanan, sedangkan pada hal. 49 dan 53 menyatakan bupati
(sebagai kepala kabupaten) membawahi distrik yang dikepalai wedana, serta
menyebutkan afdeeling Jember memiliki 4 distrik. Arti disini ada dua definisi
afdeeling yang saling bertolak belakang maknanya, di satu sisi mendefinisikan
afdeeling sebagai kawedanan yang dibawah kabupaten dan di sisi lain
mendefinisikan afdeeling sebagai kabupaten yang memiliki / membawahi beberapa
wedana (kepala kawedanan).
Kedua, permasalahan
pertama berimplikasi kepada pendefinisian Kabupaten. Pada hal 49 dan 53
disebutkan afdeeling membawahi beberapa distrik, kemudian pada halaman 62
disebutkan Regentschap Djember terdiri dari 7 distrik. Sehingga afdeeling dan
regenschap mempunyai makna yang sama dengan kabupaten.
"Perubahan Status Jember Dari
Afdeeling Menjadi Regentschap" menjadi salah satu sub judul dalam buku
yang diterbitkan Sekretaris DPRD Kabupaten Jember(hal. 62 - 70). Buku tersebut
diterbitkan resmi oleh lembaga legislatif di Kabupaten Jember sehingga menjadi
penjelasan resmi tentang lahirnya Kabupaten Jember yang diakui berlaku sejak
tanggal 1 Januari 1929 berdasarkan Staatsblads van Nederlandsch Indie Nomor 322
tahun 1928 tentang Bestuurshevorming, Decentralisatie. Regentschappen
Oost Java. Aaanwijzing van het regentschap Djember als Selfstandige gemeente
gemeenschap.
Judul dari subtema di atas dalam buku
yang diterbitkan Sekretaris DPRD Kabupaten mengecilkan / mereduksi makna dari
pengertian afdeeling daarvoor regentschap (artikel / pasal 7 ayat
c) yang bermakna merubah nama dari afdeeling menjadi regentschap, bukan merubah
status dari afdeeling menjadi regentschap, karena kedua mempunyai makna yang
sama sebagai kabupaten. Untuk mengurai status afdeeling dan regentschap sebagai
kesatuan wilayah Pemerintahan Hindia Belanda seharusnya tim penulis buku yang
diterbitkan Sekretaris DPRD Kabupaten Jember menjadikan Regering Reglement (RR) tahun 1854 dan Decentralisatie
Wet 1903 (Statsblad nomor 329), karena di dua aturan ini memperlihatkan
definisi dan perkembangan administrasi kewilayahan di Hindia Belanda antara
tahun 1854 sampai 1942.
Sifat dari kedua aturan di atas
mempunyai perbedaan dari sentralisasi dan desentralisasi. RR 1854 sifat masih sentralistik,
sedangkan Statsblad nomor 329 tahun 1903, yang dikenal sebagai Decentralisatie
Wet, bersifat mengarah pada otonomi daerah yang terbatas. Istilah Afdeeling
mengacu pada RR 1858 dan Regentschap mengacu pada Staatsblad Nomor 329 tahun
1903 yang kedua-duanya mempunyai status yang sama sebagai Kabupaten yang
membawahi beberapa distrik (kawedanan).
Kesimpulan, seperti yang dijelaskan
dalam tulisan-tulisan selanjutnya, bahwa tidak ada perubahan status dari
afdeeling ke regentschap, namun terjadi hanya perubahan nama dari afdeeling ke
regentschap. Kedua istilah afdeeling dan regentschap mempunyai kedudukan yang
sama sebagai Kabupaten bilamana di Indonesiakan.
Dokumen-dokumen tentang keberadaan
Afdeeling Djember dalam buku yang diterbitkan Sekretaris DPRD Kabupaten Jember
relatif sangat lengkap. Sehingga kenapa perubahan Afdeeling ke Regentschap
Djember (1 Januari 1929) di jadikan sebagai Hari Jadi Kabupaten dan kenapa pula
kok tidak berdasarkan peraturan afdeeling yang ada jauh sebelum tahun 1928? Maka
perlu didefinisikan kembali Hari Ulang Tahun Kabupaten Jember.
Bila kita mengacu pada Afdeeling
sebagai Kabupaten, walaupun sumber pengambilan data masih bersifat data
kolonial. maka Hari Jadi Kabupaten Jember lebih tua dari yang diperingati saat
ini. Untuk data-data tentang Djember sebagai Afdeeling telah terangkum dengan
jelas dalam buku yang diterbitkan Sekretaris DPRD Kabupaten.
DJEMBER History Information Center
Mengawali aktifitasnya dengan "Menyibak Tabir Masa Lalu
Kabupaten Jember"
Artikel-artikel sebagai hasil penelusuran di tampilkan dalam
www.majalahtelapak.blogspot.com dengan harapan untuk mendapat feed back (umpan
balik) dari pembaca berupa kritik, saran dan masukan tambahan sehingga muncul
tulisan yang lebih sempurna.
Kumpulan artikel tersebut diterbitkan sebagai buku oleh SALAM
Publishing.
Langganan:
Postingan (Atom)
JAWADWIPA MERUPAKAN RUMAH PERADABAN TERPENTING DI DUNIA
Di tengah samudra yang mengepung Nusantara, Jawadwipa membentang bak hamparan permadani hijau yang menjadi rahim bagi lahirnya peradaban agu...
-
Oleh: Y. Setiyo Hadi Kencong, 14 Oktober 2015 “Majapahit Telah Menguasai Australia”. Sebuah fakta baru pada tahun 2010 den...
-
Keberadaan Museum Boemi Poeger yang menjadi program kegiatan Taman berusaha mengumpulkan bukti-bukti tentang BOEMI POEGER SEBAGAI ...
-
Oleh: Y. Setiyo Hadi Kencong 14 Oktober 2015 Peninggalan dari masa lalu menyisakan cerita yang menjadi identitas da...


