Senin, 18 Maret 2013

Gerakan Pemenuhan Kebutuhan Mandiri (GPK MANDIRI)



Oleh
Y. Setiyo Hadi

Bismillahirrahmanirrahiim

Gerakan Pemenuhan Kebutuhan Mandiri atau GPK MANDIRI merupakan upaya terus menerus dalam usaha self help (menolong diri sendiri) dalam mengatasi berbagai permasalahan kehidupan sebagai ikhtiar mewujudkan keadilan bagi seluruh umat manusia. Prinsip utama dari GPK MANDIRI adalah Self Help.

Setiap manusia adalah individu mandiri yang menolong dirinya sendiri (self help) dalam hubungannya dengan manusia lain (society) dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidupnya. GPK MANDIRI berorientasikan pada kemandirian individu manusia (self help) yang terikat dengan interaksi antar manusia (society) dalam hal pemenuhan kebutuhan hidupnya.

GPK MANDIRI muncul di tengah permasalahan umat manusia yang berada dalam struktur dan system yang jauh dari keadilan. Yang kuat menindas yang lemah, serta kapitalisme dan liberalism mencekik leher nilai-nilai kemanusiaan.

Identifikasi permasalahan global dengan aksi local (think globally act localy) menjadi langkah awal dari GPK MANDIRI. Identifikasi permasalahan ini kemudian dilanjutkan dengan analisa permasalahan sehingga memuncul alternative berbagai pemecahan masalah. Pilihan pemecahan masalah menjadi aksi dari GPK MANDIRI.

YSH
Jember 17 March 2013

Minggu, 03 Maret 2013

KEKUATAN NIAT (POWER OF INTENTION)

Gambaran tatkala seseorang dikejar anjing gila yang siap menggigit lari sekencang-kencangnya dan tembok tinggi dilompati. Padahal dalam keadaan normal, tembok tersebut tidak mungkin dapat dilompati. Ini gambaran dari niat yang kuat dapat mendorong manusia untuk berbuat sesuatu yang bila dinalar tidak mungkin bisa dilakukan.

Niat bagaikan api dalam sekam yang kering. Dipermukaan tidak keliatan nyata, namun bila berhasil membuat banyak kalangan tercengan dan takjub melihatnya.

Seringkali kita tidak menyadari bahwa segala sesuatu di alam semesta mempunyai manfaat, sehingga kita mengabaikannya. Padahal semua yang ada di alam ini mempunyai manfaat sekecil maupun seburuk apapun keberadaan.

Kemanfaatan segala yang ada di alam mendorong suatu keyakinan yang kuat bahwa alam semesta tidak terjadi dengan sendiri, adanya energi di luar yang menjadikan alam semesta. Energi ini bersumber dari Satu Yang Maha Kuasa, yaitu Allah Swt sebagai Sang Pencipta (Al Khaliq).

Pengetahuan dan pengalaman bahwa adanya Sang Pencipta Alam Semesta, yaitu Allah Swt, menjadi Keyakinan yang kuat bagi manusia dalam menjalani kehidupan. Bahwa dalam kehidupan ini tidak ada hal yang tidak mungkin dikerjakan manusia apabila kita berkeyakinan bahwa Allah Swt adalah Maha Kuasa.

Keyakinan ini yang harus ditumbuhkan dalam diri setiap insan sebagai kekuatan niat (power of intetion) dalam menjalani kehidupan dalam bahtera alam semesta ini. Ada tiga perwujudan dari kekuatan niat tersebut dalam kehidupan ini,  yaitu:
  1. Keyakinan yang kuat dalam batin dan hati manusia bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan Allah;
  2. Pengakuan secara lesan dari keyakinan di atas;
  3. Segala perbuatan dan tindakan yang hasilnya didasari oleh keyakinan bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan Allah.

Ketiga perwujudan dari niat di atas merupakan bentuk dari tingkatan manusia dalam mengelola Niat (Power Of Intetion). 
Allahua'lam bissawab.       

Sabtu, 02 Maret 2013

TIPS :Modal Utama Menulis Adalah Niat

Oleh

Y. Setiyo Hadi




Setiap orang mempunyai peluang untuk menulis dan menerbitkan buku. Semuanya tergantung pilihan dan kemampuan orang dalam menentukan pilihannya.

Menulis setiap orang bisa melakukannya dalam berbagai bentuk. Apakah tulisan itu layak atau tidak untuk dikonsumsi atau dibaca oleh oranglain merupakan persoalan.

Seringkali orang tidak pede untuk menulis, karena khawatir keliru dan tidak dibaca oleh orang lain. Dan banyak sekali orang melihat bahwa prospek sebagai penulis tidak menjanjikan materi dibandingkan profesi lainnya seperti pns atau pedagang.

Untuk menjadi penulis modal utamanya adalah niat, tidak perlu meninggalkan profesi lamanya. Niat menulis ini diawali dengan menjadi menulis sebagai hobi dan kebiasaan.

Dulu Diary / buku harian menjadi media untuk menuliskan berbagai peristiwa, perasaan, serta ide-ide kita setiap harinya. Sekarang ada media facebook, twitter, serta media jejaring social lainnya di dumay (dunia maya internet). Ini menjadi modal utama dalam mengawali kita menulis.

Senin, 04 Februari 2013

DOKUMEN KEJAHATAN PERANG TENTARA BELANDA DI JEMBER TAHUN 1945 (26 Maret 1948 Penangkapan Pak Boerah dan 8 Februari 1949 Pembunuhan Letkol Seroedji)


Judul Copy dari Dokumen tentang Pembunuhan Pak Boerah dan Letkol Serodji
Disajikan oleh Y. Setiyo Hadi (Ketua Djember History Information Center / Taman Baca Budaya (TBB) SALAM JEMBER.

Dalam dokumen berbahasa Belanda ini dinyatakan tentang dua peristiwa yang terjadi di Jember di Tahun 1949, yaitu:
1.     Gugurnya Pak Boerah Tokoh Pejuang Laskar di Jember
Dalam dokumen berbahasa Belanda tersebut disebutkan:
“Saptenno, P.
Bekende onderscheidingen: BK
Bronzen Kruis
   K.B. no. 32 van 30 november 1949
   Sergeant-majoor-instructeur der infanterie van het Koninklijk Nederlands-Indonesisch Leger, stamboeknummer 87916
Heeft zich door moedig optreden tegenover de vijand onderscheiden door op 26 Maart 1948 als detachementscommandant van het vak Majang (Djember, Oost-Java), na ontvangst van een belangrijk spionnagebericht nog des avonds uit te rukken en die nacht door het nemen van zeer goede maatregelen er in te slagen de beruchte en door de bevolking zeer gevreesde bendeleider Pa Boerah in de desa Karangkedawoeng te omsingelen en, nadat deze bendeleider verzet had gepleegd, hem buiten gevecht te stellen, terwijl de tweede commandant van de bende kon worden gevangen genomen en een achttal handvuurwapenen werd buitgemaakt.
Door dit dappere en juiste optreden te bereiken dat in dit gebied de, ook door de bevolking verlangde, rust terugkeerde.”

Terjemahan bebas
Saptenno, P.

Mayor penghargaan: BK

Bintang Perunggu
    K. B. No 32 dari 30 November 1949
    Sersan-instruktur dari infanteri dari
KNIL, nomor resimen 87.916
Telah melakukan tindakan berani melawan musuh
pada  26 Maret 1948 sebagai komandan detasemen Majang box (Jember, Jawa Timur), setelah menerima suatu spionnagebericht (penyelusup yang ditanamkan, pen.) penting, bahkan di menjelang malam hari dan pada malam hari melakukan operasi yang sangat baik sehingga berhasil mengepung Pak Boerah yang terkenal dan disegani sebagai pimpinan Geng di Karangkedawoeng desa untuk mengepung dan, para  pemimpin geng oposisi melakukan perlawanan, sementara komandan kedua geng itu bisa ditangkap dan merampas delapan senjata kecil. Dengan ini tindakan berani dan benar untuk mencapai bahwa di daerah ini, juga dibutuhkan oleh penduduk, kedamaian kembali.


2.     Gugurnya Letkol Seroedji bersama anak buahnya
Dalam dokumen berbahasa Belanda tersebut disebutkan:
Scheltens, F.G.
Geboren in 1919.
Tltn.KNIL (27-10-1943), eltn. (30-09-1944), kapt. (13-09-1948), e.o. 28-05-1950, LTZ.ta.1 (01-11-1963).
Bekende onderscheidingen: BK,KV,OHK.1,OV.1
Bronzen Kruis
   K.B. no. 32 van 30 november 1949
   Eerste luitenant der Infanterie van het Koninklijk Nederlands-Indonesisch Leger
Heeft zich door moedig optreden tegenover de vijand onderscheiden door in de maanden Maart 1948 en Februari 1949 tijdens patrouille-acties tegen terroristische benden in het Toempangse (Oost-Java) op flinke wijze op te treden.
In het bijzonder door:
1e. op 3 Maart 1948 als detachementscommandant te Soetja, na bericht te hebben ontvangen omtrent de aanwezigheid van een ongeveer 30 man sterke vijandelijke bende, deze ’s nachts met een patrouille van anderhalve groep te overvallen, waarbij de bendeleider Pa Soenani en een tweetal andere bendeleden sneuvelden en een groot aantal wapens, munitie en documenten werden buitgemaakt;
2e. op 8 Februari 1949, als commandant van een patrouille sterk twee pelotons, bij het oprukken naar kampong Karangkedawoeng, alwaar guerillatroepen waren geinfiltreerd, na deze kampong te hebben omsingeld, overschrokken tot de aanval en daarna tot de achtervolging over te gaan, waarbij 28 terroristen sneuvelden, waaronder de commandant van de bende, de Luitenant-Kolonel der T.N.I. Moh. Seroedji, en verschillende stafofficieren, terwijl wapens, spingstoffen en documenten buit werden gemaakt;
3e. op 12 Februari 1949 persoonlijk één van zijn pelotons in een actie tegen de bergkampong Tenap te leiden, daarbij wederom een terroristenbende te veronzijdigen, waarbij aan ’s vijands zijde 7 man sneuvelden, drie gevangen konden worden genomen en enige wapens en munitie buit werden gemaakt.

Terjemahan Bebasnya:
Scheltens, F.G.

Lahir pada tahun 1919.
Tltn.KNIL (27-10-1943), eltn. (30-09-1944), terpotong. (13-09-1948), e.e. 1950/05/28, LTZ.ta.1 (1963/01/11).
Mayor penghargaan: BK, KV, OHK.1, OV.1

perunggu Lintas
    K. B. No 32 dari 30 November 1949
   Letnan Pertama Infanteri dari
KNIL
Memiliki melalui tindakan berani melawan musuh dibedakan oleh bulan Maret 1948 dan Februari 1949 selama operasi patroli terhadap geng teroris di Toempangse (Jawa Timur) pada cara yang bagus untuk bertindak.
Khususnya dengan:
1. pada tanggal 3 Maret 1948 sebagai komandan detasemen Soetja setelah
mendapat informasi tentang keberadaan geng musuh-30 yang kuat, malam ini dengan patroli setengah perampokan kelompok, pemimpin geng Pa Soenani dan dua anggota geng lainnya tewas dan sejumlah besar senjata, amunisi dan dokumen disita;
2. pada tanggal 8 Februari 1949, sebagai komandan patroli yang kuat dua peleton, di muka untuk kampung Karangkedawoeng, di mana pasukan gerilya yang disusupi, setelah desa ini telah dikelilingi, pada melahap serangan dan kemudian untuk mengejar untuk melanjutkan, di mana 28 teroris tewas termasuk komandan geng, Letnan Kolonel TNI Moh. Seroedji, dan petugas beberapa staf, dan senjata, dan dokumen jarahan spingstoffen dibuat;
3. pada 12 Februari 1949 secara pribadi salah satu peleton dalam suatu tindakan terhadap Tenap desa pegunungan untuk memimpin, sementara yang lain geng teroris untuk menetralkan, dimana pihak musuh 7 orang  tewas, tiga tahanan diambil dan beberapa senjata dan amunisi dibuat.

Kamis, 24 Januari 2013

Menggugat Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Jember !!! (Tulisan Ketiga)


 
Jember Bagian dari Propinsi Jawa Timur

Tim Djember History Information Center
Ketua Tim : Y. Setiyo Hadi
(sekaligus Ketua Taman Baca Budaya SALAM Jember)
 

Staatsblad van Nederlandsch Indie Nomor 322 Tahun 1928 tentang Bestuurshervorming. Decentralisatie. Regentschapen. Oost Java. Aanwijzing van het regentschap Djember als zelfstandige gemeenschap. (Pembentukan Pemerintahan, Desentralisasi, Kabupaten-kabupaten, Jawa Timur. Petunjuk Kabupaten Jember sebagai pemerintahan yang berdiri sendiri) dijadikan dasar dari Hari Jadinya Pemerintahan Kabupaten Jember berdasar saat pemberlakuan staatsblad tersebut, yaitu tanggal 1 Januari 1929.
Setelah melalui kajian dari Djember History Information Center yang bernaung dalam Taman Baca Budaya (TBB) SALAM Jember melihat staatblads tersebut bukanlah semacam "akta kelahiran". Kalau akta kelahiran memperlihatkan kapan dimana seseorang lahir atau suatu tempat diawali ada.
Keberadaan staadsblad tersebut dalam konteksnya merupakan bagian dari sistem pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Sehingga kita melihatnya sebagai proses tata laksana pemerintahan di masa tersebut. Ini merupakan peraturan petunjuk bagi Kabupaten Jember sebagai pemerintahan yang berdiri sendiri (aanwijzing van het regentschap Djember als zelfstandige gemeenschap).
Peraturan tersebut (Stbld. No. 322 1928) merupakan upaya realisasi Decentralisatie Wet (Undang-undang desentralisasi) tahun 1903. Sedangkan Decentralisatie Wet 1903 merupakan amandemen dari Regeringreglement (RR) 1854.
Reglemen Reglement yang disingkat RR, yang ditetapkan pada tanggal 2 September 1854, merupakan Reglement op het beleid der regering van Nederlandsch-Indie. Peraturan ini menyatakan bahwa pemerintahan Hindia tidak mengenal desentralisasi. Hal ini karena Hindia Belanda menggunakan sistem sentralisasi.
RR 1854 memperkenalkan adanya dekonsentrasi. Wilayah Hindia Belanda dengan dekonsentrasi dibentuk wilayah administrasi yang hirarkis sebagai berikut:

·Gewest (residentie)
·Afdeling
·Distrik
·Onderdistric

Perkembangan selanjutnya, Pemerintah Belanda menetapkan Wet van Houdende Decentralisatie van het Bestuur in Nederlandsch-Indie yang lazim disebut sebagai Decentralisatie Wet yang diundangkan dalam Staatsblad Nomor 329 pada tanggal 23 Juli 1903. Inti dari Decentralisatie Wet ini merupakan amandemen dari RR 1854 yang memungkinkan adanya daerah otonom (gewest) yang memiliki kewenangan mengurus keuangan sendiri.
Selanjutnya, pada tahun 1925 muncul Wet Op De Staatsinrichting van Nederlands India yang dikeluarkan Pemerintah Belanda  dan kemudian dikenal dengan nama Indische Staatsregeling (IS) yang mulai melibatkan orang pribumi dalam pemerintahan. Aturan pelaksanaan dari Indische Staatsregeling terbagi dalam dua ordonansi, yaitu Provincies Ordonansi dan Regentschap Ordonansi.
Munculnya Staatsblad Nomor 322 Tahun 1928 sebagai Petunjuk Kabupaten Jember sebagai pemerintahan yang berdiri sendiri menjadikan Indische Staatsregeling (IS) sebagai landasan berpijak.
Awal dari Staatsblad tersebut menyatakan “… de bepaling van het eerste lid van artikel 121 der Indische Staatsregeling willende toepassen op het regentschap Djember”. Artinya: patokan yang utama mengacu pada artikel / pasal 121 Indische staatsregeling menginginkan menerapkan pada Kabupaten / regentschap Djember.
Istilah Afdeling tidaklah jauh berbeda dari segi kewilayahan dengan istilah Regentsschap. Afdeeling dan Regentschap untuk menyebut nama wilayah setingkat dengan Kabupaten

RR 1854
Staatsblad No. 322 Tahun 1938
Geweest (Residensi)
Residentie Besoeki
Afdeeling
Regentschap Djember
District
District (Kawedanan)
Onderdistrict
Onderdistrict (Kecamatan)
Desa
Desa


Jadi dari isi artikel Staatsblad Nomor 322 Tahun 1928 itu dapat dilihat bahwa Regentschap Djember merupakan penyebutan lain yang sama artinya dengan Afdeeling Djember, yang selanjutnya diterjemahkan sebagai Kabupaten Jember. Jadi terlihat bahwa Pemerintah Kabupaten Jember telah ada sebelum diundangkannya Staatsblad Nomor 322 Tahun 1928.


Lalu kapan sebenarnya Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Jember? Tunggu tulisan selanjutnya ..................... he. he. He

JAWADWIPA MERUPAKAN RUMAH PERADABAN TERPENTING DI DUNIA

Di tengah samudra yang mengepung Nusantara, Jawadwipa membentang bak hamparan permadani hijau yang menjadi rahim bagi lahirnya peradaban agu...