Minggu, 11 September 2016

PEGUNUNGAN HYANG




Pegunungan Hyang bagaikan tembok pembatas yang memisahkan bagian utara dengan bagian selatan dari Pulau Jawa bagian Pojok Timur (Java’s Oosthoek) yang berjajar dari barat ke timur Pegunungan Hyang ini terletak di antara dua gunung besar di Pulau Jawa , di sisi barat terdapat Gunung Semeru dan di sisi timur terdapat Gunung Raung. Di dalam bagian Pegunungan Hyang di bagian barat terdapat komplek gunung yang dikenal selanjutnya menjadikan Pegunungan Hyang dikenal sebagai komplek Gunung Hyang – Argopuro.
Komplek Gunung Hyang Argopuro ini merupakan bagian dari rangkaian gunung berapi. Dalam rangkaian komplek Gunung Hyang Argopuro yang berada di sisi timur Gunung Lemongan (bagian dari Kabupaten Lumajang), terdapat beberapa puncak gunung di antaranya Puncak Rengganis, sedangkan Argopuro merupakan puncak tertinggi yang terdapat sebuah tugu triangulasi (tugu ketinggian).
Pegunungan Hyang ini menjadi pembatas antara beberapa kabupaten, yaitu: Jember, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, serta Lumajang. Di dalam terdapat berbagai potensi mineralogi, natural, tanaman, hewan, serta potensi alam yang berpotensi sebagai pengembangan ekonomi dan pariwisata.
Wilayah Pegunungan Hyang merupakan lahan perkebunan yang telah dieksplorasi hasil kebun sejak berdirinya Landbouw Maatschapij Oud Djember (LMOD) yang didirikan oleh George Birnie dan kawan-kawan pada tahun 1859. Lahan Di Pegunungan Hyang berpotensi besar untuk berbagai tanaman produksi.
Landschape dari Pegunungan Pegunungan Hyang menjadi corak khas dari keberadaan wilayah Kabupaten Jember. Interaksi alam Pegunungan Hyang dengan pola kehidupan manusia membentuk budaya yang khas dari wilayah Pegunungan Hyang yang didominasi manusia yang menggantungkan kehidupannya dari keberadaan perkebunan.
Pada masa Kolonial Hindia Belanda, terdapat nama Ledeboer yang memiliki konsesi tanah seluas sepuluh ribu hektar di puncak Pegunungan Hyang. Lahan konsensi ini berada di lereng Gunung Argopuro. Di areal pegunungan Hyang yang menjadi lahan konsesinya, Ladeboer membangun lapangan terbang pribadi.
Interaksi alam dan budaya manusia di areal Pegunungan Hyang memunculkan berabagai tradisi lesan. Salah satu cerita yang menjadi tradisi lesan terkait deengan Pegunungan Hyang adalah Legenda Putri Rengganis yang menjadi penguasa di lereng Gunung Argopura yang berkembang di wilayah-wilayah yang menjadi bagian Pegunungan Hyang.

Penulis : Y. Setiyo Hadi
Jember, 11 September 2016

Selasa, 19 Januari 2016

UPAYA DERADIKALISASI YANG JITU



‪#‎melawanterorismesecaradamai
Teror Sarinah di Jakarta 14/01/2016 menunjukkan upaya deradikalisasi dalam melawan terorisme yang berbasiskan keyakinan beragama selama ini belumlah berjalan secara optimal. Upaya deradikalisasi ajaran terorisme selama ini mengacu akan pesanan dunia luar dengan mengabaikan potensi kognisi bersama dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan sebelum dan sesudah Proklamasi.

Kognisi atau pengetahuan warga negara Indonesia belum terisi sepenuhnya dengan kebanggaan terhadap miliknya sendiri. Hal ini terlihat dari berbagai ideologi yang dibawah dari luar mudah diterima oleh warga Indonesia, seperti faham terhadap terorisme. Juga mudah terbawah oleh arus global kapitalisme dan materialisme yang menguasai paham ideologi dunia, di luar ideologi terorisme.

Upaya deradikalisasi paham terorisme di Indonesia harus dilakukan denga upaya #melawanterorismesecaradamai . Cara yang awal dala upaya #melawanterorismesecaradamai adalah dengan mengisi memori kolektif dari warga Indonesia dengan memori kolektif yang dimiliki bangsa Indonesia mulai sebelum kemerdekaan dan setelah kemerdekaan, yaitu: Bangga Sebagai Bangsa Yang Merdeka atas perjuangannya sendiri serta perjuangan dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan tersebut.

Menggali dan Mengembangkan Potensi Sejarah Bangsa Indonesia menjadi hal utama dari cara awal dalam #melawanterorismesecaradamai tersebut. Potensi Sejarah Bangsa Indonesia penuh dengan dinamika yang patut dibanggakan oleh warganya, serta bukan hanya itu saja, perlu menjadi modal dasar yang harus dikembangkan dalam membangun peradaban yang lebih beradab dibandingkan peradaban terorisme.

Bukan sekedar di sini saja, namun di mana-mana kita berada perlulah kita ikrarkan #melawanterorismesecaradamai . Apabila terorisme dilawan dengan langkah-langkah teror, maka apalah bedanya dengan teroris yang sedang dilawan tersebut. Cara Damai -lah merupakan langkah yang tepat dalam melawan terorisme untuk tidak tumbuh subur bak jamur yang terus menjamur, terorisme hanya dapat dilawan dengan cara damai. Kekerasan terhadap pelaku-pelaku terorisme hanya akan menyuburkan benih-benih terorisme tersebut.

Ayo kita #melawanterorismesecaradamai !!!
Ajakan Bersama ini disajikan oleh: Y. Setiyo Hadi (19/01/2016)

Kamis, 24 Desember 2015

Selasa, 01 Desember 2015

KEBAKARAN GUDANG GAMPING PUGER


SetiyohadiNews (Selasa, 1 Desember 2015)

Sebuah gudang penyimpanan emput (bahan untuk pembakaran gamping) di dusun Gedangan Desa Puger Kulon Kec. Puger, pagi hari sekitar pukul 08.00 Selasa 1/12/15 , ludes habis terlalap sijago merah.

Gudang emput milik pengusaha gamping Harsono 52 th habis terbakar yang semula emput yang tersimpan di gudang tersebut diperuntukkan untuk pembakaran batu gamping miliknya. Kerugiannya diakibatkan kebakaran ini sekitar Rp. 50 juta.


Api yang membakar gudang gamping tersebut dapat dipadam pada siang harinya oleh Unit Pemadam Kebakaran dari Jember. Dua unit kendaraan Pemadam Kebakaran dari Jember setelah dua jam kebakaran terjadi.


Puger - Selasa 1 Desember 2015

Senin, 30 November 2015

BERBICARA DAN MENULIS DENGAN FAKTA




“Eh …. Mana Faktanya dari pendapatmu itu?”, begitu sering pertanyaan ini diungkapkan dalam berbagai perbincangan argumentasi atau debat. Fakta memang harus dikedepankan dalam berargumentasi atau debat, karena dengan Fakta ini merupakan bukti dari kebenaran setiap argumentasi.

Fakta atau dalam bahasa Inggrisnya fact, A fact is something that has really occurred or is actually the case, sebuah fakta adalah sesuatu yang benar-benar terjadi atau kasus yang sebenarnya. Fakta dapat ditunjukkan berdasarkan kesesuaian dengan pengalaman.

Fakta ilmiah dihasilkan dari suatu pengamatan atau observasi yang cermat secara berulang dengan suatu pengukuran. Fakta berasal dari kata Latin, factum, yang berarti yang dilakukan atau yang dikerjakan. Secara umum, fakta menunjukkan suatu atau kasus yang benar-benar terjadi.

Fakta mempunyai kesamaan dengan kebenaran, yang berlawanan dengan kebohongan. Fakta memunculkan norma dan cahaya (yang menerangi) suatu kebenaran. Kebenaran muncul dari fakta yang benar pula, serta membawa suatu kedamaian dan kesejahteraan.

Fakta harus dibedakan dengan Opini. Keduanya biasanya dipergunakan dalam perbincangan dan penulisan yang dikenal sebagai kalimat fakta dan kalimat opini, kedua memiliki perbedaan yang mencolok.

Kalimat fakta mengungkapkan segala sesuatu yang benar-benar terjadi dan ada buktinya. Kalimat fakta bukan hasil dari rekayasa atau perkiraan atau spekulas. Kalimat Fakta merupakan hasil dari upaya menjawab pertanya apa, dimana, kapan, dan siapa. Ciri utama kalimat fakta merupakan jawaban atas pertanyaan apa, dimana, kapan dan siapa.

Kalimat Opini merupakan pendapat, argument yang kebenarannya masih diraguka atau kejadian yang ambigu. Kalimat opini ini untuk menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana.

Dari Berbagai Sumber.

Semoga Bermanfaat !!!

Y. Setiyo Hadi
Kencong, 30 November 2015)

Minggu, 15 November 2015

LAMADJANG TAHUN 1863





Penulis : Y. Setiyo Hadi (Sang Kelana Waktu)

Lamadjang, sebudah afdeeling di Jawa sebagai bagian dari Residentie Probolinggo yang berada di bagian selatan. Afdeeling / Kabupaten Lamadjang ini terdapat tiga distrik / kawedanan, yaitu: Lamadjang, Kandangan, dan Ranoe Lamongan.

(Penduduk Afdeeling / Kabupaten Lamadjang pada tahun 1863) sekitar 41.000 orang. Sungai mengalir melewati Lamadjang. Afdeeling Lamadjang ini memiliki 60 desa, sekitar 25.000 orang penduduknya berada di Distrik / Kawedanan Lamadjang.

Lamadjang memiliki ibukota yang namanya sama dengan nama afdeling / kabupaten Lamadjang. Ibukota Lamadjang terletak sekitar 30 pal dari Probolinggo, 57 pal dari Besoeki, dan 150 pal dari Banyuwang. Junghuhn pernah mengunjungi Lamadjang dalam tour penelitiannya.

Di Kota Lamadjang tinggal seorang Controleur (Pengawas) yang diletakkan oleh Pemerintah Hindia Belanda. Perkembangan populasi Lamadjang banyak didorong oleh perdagangan tembakau yang berpusat di Pasoeroewan.

Kondisi perumahan sudah tertata dengan baik, serta memiliki satu Pasanggrahan. Lamadjang juga memiliki Suikerfabriek alias Pabrik Gula yang areal tanamannya sekitar 250 bouw yang dikelola Mr. W. H. Baud.

(YSH – Sang Kelana Waktu, Kencong-15 November 2015)


Sumber:
Aardrijkskundig En Statistisch Woordenboek Nederlandsch Indie- Bewerkt Naar De Jongste En Beste Berigten Tweede Deel K- Q, Amsterdam : P. N. VAN KAMPEN, 1863, Halaman 312.

MERENONDERZOEK IN NEDERLANDSCH INDIË (Eenige resultaten der Duitsche Limnologische Soenda-Expeditie)

IMPLEMENTASI LIFELONG LEARNING: Meluruskan Terminologi antara Lifelong Learning vs Longlife Learning dalam Transformasi Pendidikan dan Strategi Adaptabilitas di Era Disrupsi

By. YOHANIS SETIYO HADI (MAS YOPI) @EDUKATORTAMBENG E mail: setiyohadi2012@gmail.com 26.04.04 Abstrak Artikel ini membahas pentingnya im...