Minggu, 21 Oktober 2012

RESENSI BUKU : REGENTSCHAP / KABUPATEN POEGER "MEMBUKA JALAN BARU" SEJARAH JEMBER


Rp. 65.000,-
Keberadaan suatu wilayah seperti yang dilihat pada kondisi kekinian tidaklah terlepas dari proses di masa lalu saat menjadi seperti pada kekinian. Sehingga pengetahuan dan pemahaman tentang masa lalu suatu wilayah penting untuk memahami proses terjadinya sesuatu di masa kini dan di masa datang.
Refleksi, seperti hal kaca spion kendaraan, menjadi salah satu peran sejarah sebagai kaca di masa kini dan masa datang. Penulisan sejarah bukanlah sekedar sebagai proyek untuk mendapatkan keuntungan sesaat, namun merupakan proyek yang berkelanjutan dalam merekam memori kesadaran umum terhada jati diri manusia.
Perkembangan teknologi komunikasi di masa modern mempermudah untuk penelusuran sumber yang berada jauh di negeri seberang lautan. Arsip-arsip Kolonial Belanda di Negeri Belanda yang mengungkap tulisan dan dokumen tentang negeri jajahan, dengan perkembangan teknologi komunikasi internet, mudah didapat.
Arsip-arsip Kolonial Belanda, terutama peta-peta, dapat ditemukan dalam beberapa situs website pengelola arsip di Negeri Belanda. Situs website yang membantu terwujudnya tulisan ini adalah www.gahetna.nl, www.kitlv.nl, dan www.geheugenvannederland.nl.
Pengungkapan Sejarah Regentschap / Kabupaten Poeger sebagai akar dari keberadaan Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadikan sumber kolonial Belanda sebagai bahan informasi terbesar. Selain berasal dari laporan-laporan jurnal resmi yang diterbitkan pemerintah Kolonial Belanda dan peta-peta (kartografi) lama menunjukkan secara jelas keberadaan Regentschap / Kabupaten Poeger antara abad 17 M sampai awal abad 19 M.
Tulisan ini berupaya mengungkap bagian periode sejarah Jember sebagai Regentschap / Kabupaten Poeger. Semoga bermanfaat dalam mengungkap masa lalu Jember, sehingga terbuka dan terang masa lalu Jember.

Sabtu, 20 Oktober 2012

Refleksi Resolusi Jihad Bagi Generasi Muda (Resolusi Jihad Nahdatul Ulama 22 Oktober 1945)



Keberadaan Resolusi Jihad NU yang dikeluarkan tanggal 22 Oktober 1945 seringkali dilupakan dalam pelajaran dan pengajaran resmi sejarah Indonesia. Semangat dari Resolusi Jihad  menjadi benteng yang kokoh dalam upaya mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia dari usaha Belanda kembali menjajah bumi Nusantara.
Sebelum kita mengambil pelajaran / refleksi dari Keberadaan Resolusi Jihad bagi sejarah dan masa depan bangsa Indonesi, perlu disarikan proses munculnya Resolusi Jihad.
-        17 Agustus 1945 Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dibacakan Ir. Soekarno atas nama bangsa Indonesia;
-        Belum genap satu bulan Indonesia merdeka mendapat cobaan yang berat dengan datangnya Sekutu yang diboncengi oleh Tentara Belanda;
-        Soekarno dan Hatta berupaya secara diplomatic agar sekutu bekerja professional menangani tahanan perang Jepang tanpa mengusik kemerdekaan Indonesia;
-        Bung Karno galau secara matematis apabila melakukan perang sekutu akan kalah dari persenjataan dan kemampuan tentara yang lebih terampil, kemudian secara rahasia mengadakan hubungan dengan KH Hasyim Asyari untuk meminta fatwa jihad membela Negara;
-        KH Hasyim Asyari kemudian memanggil KH Wahab Hasbullah, kemudian KH Wahab mengumpulkan Ketua-ketua NU se-Jawa dan Madura untuk membahas persoalan jihad membela Negara. Juga tokoh Cirebon yang terkenal kekuatan spiritualnya KH Abdullah Abbas Buntet beserta kiai-kiai utama di Jawa untuk melakukan sholat isthikoroh;
-        21-22 Oktober 1945, ketua-ketua NU seluruh Jawa Madura berkumpul di Surabaya untuk membahas jihad membela Negara;
-        Tanggal 22 Oktober 1945 pertemuan NU se Jawa Madura ini mengambil rumusan penting yang kemudian dikenal sebagai RESOLUSI JIHAD NU, yaitu:
1.   Setiap muslim, tua, muda, dan miskin sekalipun wajib memerangi orang kafir yang merintangi kemerdekaan Indonesia;
2.  Pejuang yang mati dalam perang kemerdekaan layak disebut syuhada;
3.  Warga Indonesia yang memihak penjajahan dianggap sebagai pemecah belah persatuan nasional dan oleh karena itu harus dihukum mati;
-        Kemudian Dokumen Resolusi Jihad ini disebar dengan tulisan Arab Pegon ditanda tangani KH Hasyim Asy’ari dan di sebar ke seluruh pesantren di Jawa Madura dan komandan-komandan pasukan lascar Hisbullah – Fisabillah dan TRI, juga dimuat dalam Koran-koran perjuangan;
-        Berita kedatangan pasukan Sekutu yang diboncengi Tentara Belanda ke Surabaya dengan kekuatan penuh, berbondong-bondong lasykar tua muda pria wanita dating Surabaya untuk mempertahankan kota ini, ribuan santri dari berbagai penjuru Jawa Timur berbondong-bondong ke Surabaya untuk mempertahankan kota ini dari cengkeraman penjajah;
-        Resolusi Jihad NU menggelorakan semangat perjuangan rakyat Jawa Timur, rakyat Surabaya khususnya, untuk mempertahankan Surabaya dari rebutan Tentara Sekutu;
-        Bung Tomo sebagai tokoh pemuda Surabaya mempunyai hubungan dengan KH Hasyim Asy’ari dan terkenal dengan takbir ALLAHU AKBAR dalam menolak ancama Sekutu ….. terjadilah Peristiwa 10 November 1945 yang membuat dunia terbelalak kekuatan rakyat mampu mengalahkan Tentara Sekutu yang canggih dan modern.
Peristiwa ini perlu menjadi ruh bagi seluruh bangsa Indonesia, karena Resolusi Jihad NU tidak ada batas expired-nya. Resolusi Jihad NU senantiasa relevan dalam segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara dalam kontek Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk segala generasi.

Jumat, 12 Oktober 2012

KESALAHAN PENYEBUTAN SUMBER DAN ISI DESKRIPSI FOTO DALAM BUKU DPRD KABUPATEN JEMBER (BUKU I)

  

Isi Surat yang disampaikan kepada Sekretaris DPRD Kabupaten sebagai penanggung jawab penulisan dan penerbitan BUKU DPRD DALAM PERKEMBANGAN KABUPATEN JEMBER:

No.       : 25 / TBB – SALAM /X/ 2012
Lamp.  : 1 berkas
Hal.      : Kesalahan Isi Dan Revisi Buku DPRD

                                                                                  Kepada Yth.
Sekretaris DPRD Kab. Jember
Di Jember

Dengan Hormat,
Sehubungan dengan diterbitkan dan disebarluaskannya buku DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DALAM PERKEMBANGAN KABUPATEN JEMBER, Buku I dan Buku II, sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk mengetahui jejak perjalanan DPRD Kabupaten Jember dari masa ke masa.
Namun demikian, masih terdapat kesalahan  beberapa isi foto yang ditampilkan dalam BUKU I. Kesalahan utama terjadi dalam penyebutan sumber dan deskripsi dari isi foto. Uraiannya sebagai berikut:
1.      Dokumentasi Foto No. 4.18 hal. 127 yang sumbernya dari AFTON tanpa menyebutkan sumber aslinya dan deskripsinya tidak sesuai dengan sumber awal.
Sumber awal :
2.      Dokumentasi Foto No. 4.21 hal. 130 yang sumbernya dari AFTON tanpa menyebutkan sumber aslinya dan deskripsinya tidak sesuai dengan sumber awal.
Sumber awal :
3.      Dokumentasi Foto No. 4.22 hal. 130 yang sumbernya dari AFTON tanpa menyebutkan sumber aslinya dan deskripsinya tidak sesuai dengan sumber awal.
Sumber awal :
4.      Dokumentasi Foto No. 4.30 hal. 135 yang sumbernya dari AFTON tanpa menyebutkan sumber aslinya dan deskripsinya tidak sesuai dengan sumber awal.
Sumber awal :
Selain itu, BUKU I, perlu ditambahkan keterangan tentang asal muasal pemerintahan di Kabupaten Jember. Hal yang menjadi kenyataan dan realitas yang diakui umum bahwa adanya Kadipaten (Regenschap) Poeger yang luasnya hampir sama dengan Kabupaten Jember saat ini. Ini tidak dibukukan dalam buku ini. Kami dari TBB SALAM mempunyai dan sedang melakukan penelitian tentang Kadipaten (Regentschap) Puger.
Oleh karena itu, perlu dikaji ulang dari isi DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DALAM PERKEMBANGAN KABUPATEN JEMBER BUKU I (Satu) dengan merevisinya dan menarik dari peredaran di masyarakat untuk menghindari kesalah pahaman yang mungkin terjadi.
Demikian informasi kami sampai agar menjadi perhatiannya.

Jember, 09 Oktober 2012
Hormat Kami,
 
Y. SETIYO HADI
Ketua TBB SALAM
 
Tanggal 11 Oktober 2012 mendapat jawaban lesan dari Bapak Faroeq sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten Jember akan dikoordinasikan dengan panitia penyusun buku yang diketuai oleh Bapak Subadri.

Minggu, 07 Oktober 2012

BATU GONG PETANDA PERADABAN JEMBER (02)



Batu Gong tidak berbentuk bulat, serta tidak berbentuk kotak, di satu sisi terdapat tonjolan sehingga membentuk seperti gong. Batu ini terbuat dari bahan andesit yang alami.
 Batu Gong merupakan salah satu asset benda Cagar Budaya yang dimiliki Kabupaten Jember yang berada di areal Perhutani. Identifikasi dan pemeliharaan cagar budaya ini menjadi tanggung jawab dari Pemerintah Kabupaten Jember.
Semula batu ini berada di bukit, untuk menampakkan bentuk batu maka digali dengan kedalaman satu meter lebih di sekeliling batu. Panjang sekitar 218 centimeter, sedangkan lebarnya kurang lebih 180 centimeter.
Tonjolan yang menyerupai gong kurang lebih 20 centimeter dengan diameter antara 60 sampai 65 centimeter. Tonjolan ini mengingatkan kita kepada bentuk tumpeng dengan gunungannya yang sudah dipotong.
Di salah satu sisi batu terdapat aksara yang terdiri dari lima huruf. Aksara ini tergolong dalam aksara Pallawa dengan bahasa Sansekerta.
Pada Desember 1933 Dr. W. F. Stutterheim, arkeolog Belanda, melakukan penelitian tentang kekunoan (oudheidkundig) di lokasi Batu Gong ini dan berhasil membaca aksara di Batu Gong ini.
Aksara ini berbunyi “PARVVATESWARA” yang bermakna “DEWA GUNUNG”. Diakui beraliran Shiwa, Stuterheim menduga tonjolan di batu gong sebagaio Lingga.
Kajian arkeologis dan perbandingan aksara yang dilakukan Stutterheim menyatakan keberadaan batu gong berasal dari masa sebelum Majapahit ada. Asal zaman keberadaan Batu Gong lebih tua dari dinasti Majapahit.
Aksara yang terdapat di Batu Gong mempunyai kesamaan dengan Prasasti Dinaja yang berasal dari Abad ke-8 Masehi. Hurufnya tidak berbeda dengan Prasasti Sanjaya yang berasal dari tahun 732 Masehi.
Prasasti Batu Gong Jatian – Rambipuji mempunyai kelas yang sama dengan Prasasti Punawarman di Jawa Barat dan Mulawarman di Kalimantan. Juga tidak berbeda dengan Prasasti Toek Mas di Jawa Tengah yang berasal sekitar tahun 650 Masehi.
Dengan keterangan di atas, Prasasti Batu Gong Jatian – Rambipuji diperkirakan berasal dari antara tahun 650 Masehi – 732 Masehi. Sehingga tepat dikatakan berasal dari antara abad ke-7 Masehi dan 8 Masehi.
Batu Gong ini berasal dari masa Hindu dengan aliran Siwa. Tonjolan dalam batu itu, oleh Stutterheim, diperkirakan sisa kerucut yang awal adalah Lingga yang dipotong seperti memotong tumpeng.
Keterangan siapa yang membikin atau meletakkan batu tersebut di lokasi ini masih menjadi misteri. Belum ada keterangan yang mendalam tentang asal-usul batu gong ini.

BATU GONG PETANDA PERADABAN JEMBER (01)






Nama Jember sudah terkenal di seantero dunia. Antara lain dikenal karena sumber daya alam, seperti tembakau yang menjadi symbol kabupaten Jember, juga saat ini aktifitas budaya Jember Fashion Carnival sebagai karya anak Jember dikenal di seluruh dunia.


Kebekenan Jember di seluruh dunia belumlah menjadi kebanggaan bagi warga Jember, mengapa demikian? Realitasnya masa lalu alias sejarah dari kewilayahan Jember masih diselimuti kabut tebal. Rekaman sejarah Jember belum tergali dan tertata sedemikian rupa jelasnya, sehingga jati diri Jember masih berada dalam keremangan jaman.


Sayang sungguh disayang Jember belum memiliki MUSEUM. Museum ini sesungguhnya sangat penting untuk menjaga dan melestarikan warisan sejarah dan cagar budaya sebagai upaya memperkuat dan memperjelas jati diri Jember sebagai wilayah kebudayaan


Benda-benda sejarah dan cagar budaya berserakan di berbagai wilayah Kabupaten Jember. Rentan dan berpeluang tinggi untuk rusak dan pencurian dari mafia barang antik.

Batu Gong menjadi salah satu benda cagar budaya yang menjadi cahaya untuk memperjelas keberadaan masa lalu Jember. Aksara yang terdapat di Batu Gong menjadi petunjuk awal tentang awal sejarah wilayah Jember.




Beratus-ratus orang setiap harinya, baik berkendaraan maupun jalan kaki, melewati lokasi tempat Batu Gong berada. Serta puluhan pedagang berjajar di kanan dan kiri jalan menuju Puger – Kencong beraktifitas mengais rejeki. Hanya sedikit di antara mereka yang mengetahui bahwa batu yang tergeletak di di sebelah timur bukit kecil adalah prasasti.



Lokasi tempat Batu Gong dikenal sebagai nama Jatian yang berada di jalan propinsi Jember – Lumajang yang mengarah ke Puger – Kencong. Berada di areal tanaman jati milik Perhutani.


Terletak di Dusun Kaliputih Desa Rambipuji Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember. Dari Jembatan Kaliputih berjarak kurang lebih 200 meter ke arah selatan.


Riwayat yang berkembang, awal posisi Batu Gong berada di bukit areal tanaman jati sebelah barat jalan yang mengarah ke Puger. Pada tahun 1966 saat maraknya gerakan KAMI dan KAPPI menumpas G 30 S PKI secara bersama-sama Batu Gong di atas bukit digulingkan sehingga berada pada posisi saat ini. Digulingkannya Batu Gong dengan harapan agar tidak terjadi ritual yang mengarah ke kemusyrikan.


Tersembunyi misteri dibalik keberadaan Batu Gong. Tersiar kabar, dari beberapa orang tua di sekitar wilayah jatian, saat Batu Gong berada di atas bukit setiap hari Kamis Kliwon malam Jum’at Legi seringkali terdengar bunyi gong dipukul berkali-kali. Batu Gong menjadi sasaran tempat ritual oleh kalangan tertentu sampai sekarang.

JAWADWIPA MERUPAKAN RUMAH PERADABAN TERPENTING DI DUNIA

Di tengah samudra yang mengepung Nusantara, Jawadwipa membentang bak hamparan permadani hijau yang menjadi rahim bagi lahirnya peradaban agu...