Jumat, 14 April 2017

MENEMUKAN JATI DIRI JEMBER SEBAGAI MASYARAKAT MULTIKULTURAL



Oleh

Y. Setiyo Hadi



“Jember memiliki jatidiri masyarakat yang multikultural,” demikian ungkap Y. Setiyo Hadi yang akrab dipanggil dengan Mas Yopi sebagai Penggagas dan Pengelola RUMAH SEJARAH. Mas Yopi menjelaskan bahwa jati diri Jember harus dirunut sepanjang sejarah yang terjadi di wilayah kabupaten Jember mulai dari prasejarah sampai hari ini.

Tidak sepotong-potong melihat sejarah perjalanan kabupaten Jember merupakan hal penting yang harus disosialisasikan, demikian ungkap Mas Yopi yang malang melintang sebagai salah satu pelopor pegiat sejarah di Kabupaten Jember dalam sepuluh tahun terakhir ini. Sejak tahun 2007, jebolan jurusan sejarah di salah satu universitas negeri terkenal di Indonesia, Mas Yopi berfokus pada kegiatan menelusuri dan mengembangkan potensi sejarah, khususnya sejarah Kabupaten Jember.

“Masyarakat Jember dalam perjalanan sejarahnya merupakan masyarakat pendatang dari berbagai kultur yang bermacam-macam,” kata mas Yopi saat diwawancari media petisi.co sambil ngopi rempah bersama-sama. Tatkala ditanya apa buktinya kalau dalam sejarahnya Kabupaten Jember menunjuk masyarakat Jember sebagai masyarakat multikultural?. Menjawab pertanyaan media, sebelum Mas Yopi membeberkan bukti-bukti Jember yang multikultural terlebih dahulu menjelaskan definisi tentang multikultural.

Multikultural berakar kata dari kultural yang berarti kebudayaan, sedangkan multi berarti banyak atau jamak atau plural. Pendekatan multicultural merupakan pandangan tentang keanekaragaman kebudayaan yang ada dalam suatu wilayah yang diwujudkan dengan melihat bahwa kebenaran tidak dimonopoli oleh diri sendiri atau kelompok sendiri, tetapi kebenaran juga dapat muncul dan dimiliki oleh orang lain atau kelompok.

“Sejarah Kabupaten Jember menunjukkan bahwa Jember memiliki kekayaan budaya yang layak disebut sebagai masyarakat multicultural,” demikian ungkap Mas Yopi yang berkutat dengan arsip-arsip colonial yang berbahasa Belanda. Peninggalan-peninggalan bersejarah lengkap dimiliki oleh Kabupaten Jember mulai era prasejarah, prasasti, era klasik majapahi, era klasik blambangan, colonial, pendudukan Jepang, sampai era kemerdekaan.

Berbagai peninggalan dan catatan sejarah menunjukkan bahwa wilayah Kabupaten Jember dihuni berbagai etnis budaya, antara lain: Madura, Jawa, Osing, Bugis, Mandar, Cina, Arab, Eropa, dan lain-lain. Mas Yopi dengan Rumah Sejarah-nya berupaya menggali dan mengembangkan potensi multicultural dalam sejarah di wilayah Kabupaten Jember dan sekitarnya.

Tidak ada komentar:

STORY LINE BOEMI POEGER (LANDSCHAP EN REGENTSCHAP POEGER) : Wilayah Sejarah Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Jember Propinsi Jawa Timur – Indonesia

  Story Line BOEMI POEGER (LANDSCHAP EN REGENTSCHAP POEGER) : Wilayah Sejarah Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Jember Propinsi Jawa Timur –...